Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Kemendikbud: Indeks Aktivitas Membaca di Indonesia Masih Rendah

Pendidikan Program Pendidikan manfaat membaca Literasi
Ilham Pratama Putra • 25 November 2020 15:54
Jakarta: Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Perburukan Kemendikbud, Totok Suprayitno menyebutkan indeks aktivitas literasi membaca (Alibaca) di Indonesia masih rendah. Indeks aktivitas literasi membaca nasional berada di angka 37,2.
 
"Secara nasional ini dalam katagori rendah, berada dalam rentang antara 20,1-40 dan kita mendapatkan indeks 37,2," kata Totok dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X DPR, Rabu, 25 November 2020.
 
Adapun indeks tersebut, dimulai dari kategori sangat rendah, yakni 0-20, kemudian rendah 20,1-40. Untuk 40,1-60 dikategorikan sedang, 60,1-80 masuk dalam kategori tinggi dan 80,1-100 adalah sangat tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Totok, hal yang menjadi kekhawatirannya dalam melihat ini adalah kebiasaan anak dalam membaca. Tidak ada konsistensi anak dalam kemampuan literasi membaca.
 
Dari Indeks itu, ditemui pula provinsi yang tingkat kemampuan literasinya sedang hingga sangat rendah. Ada tiga provini di Indonesia yang disebut kemampuan literasi bacanya sedang.
 
"Tertinggi DKI Jakarta, Yogyakarta dan Riau itu hampir sama kaya Yogyakarta yang bisa kita sebut sedang. Tapi lainnya rendah, di 24 provinsi dan satu lagi sangat rendah," terang dia.
 
Baca: Guru Besar Unpad: Aktivitas Riset Menentukan Status Geopark Ciletuh
 
Kebiasaan yang rendah inilah yang menurutnya harus digerakkan. Pergerakan literasi harus dibentuk dari orang tua dan masyarakat.
 
Pihaknya terus mendorong aktivitas literasi di masyarakat. Gerakan itu dibangun Kemendikbud melalui pengadaan modul.
 
"Berbagai modul sudah didorong untuk memandu aktifitas harian secara mandiri. Kami harapkan itu terjadi melalui bimbingan orang tua. Terakhir kami di berbagai situs arkeologi, bukan hanya menyumbangkan tulisan, kami juga mengembangkan arkelogi untuk menjadi bahan bacaan. Sehingga anak tertarik sekaligus memiliki pengertahuan masa lalu nenek moyangnya," tutup Totok.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif