Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Unikom Bakal Kembalikan Uang Wisuda, Rp350 Ribu Per Wisudawan

Pendidikan Pendidikan Tinggi Biaya Pendidikan Wisuda
Ilham Pratama Putra • 05 Oktober 2020 17:06
Jakarta: Universitas Komputer Indonesia (Unikom) menyampaikan jika biaya wisuda yang dibayarkan wisudawan masih ada sisa yang tak terpakai. Atas kelebihan dana tersebut, pihak Unikom berencana mengembalikan uang wisuda para wisudawan.
 
"Hasil rapat panitia wisuda online atau daring menunjukkan ada sisa dana yang belum teralokasi. Dana ini akan dikembalikan ke wisudawan melalui nomor rekening masing-masing," kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unikom, Umi Narimawati dalam konferensi pers virtual, Senin 5 Oktober 2020.
 
Umi menyebut pengembalian uang itu akan dilakukan secepatnya. Rektor Unikom Eddy Soeryanto Soegoto menjelaskan jika kelebihan dana wisuda per wisudawan sekitar Rp350 ribu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setelah dibahas kemarin sore ada kelebihan Rp356.529. Ini akan dikembalikan ke wisudawan," kata Eddy kepada Medcom.id, Senin, 5 Oktober 2020.
 
Pihak Unikom menyampaikan besaran biaya wisuda yang mencapai Rp3.770.000 itu kurang tepat. Sebab, didalamnya terdapat rincian Rp2.695.000 untuk biaya wisuda dan Rp765.000 untuk biaya sidang.
 
Baca:Penjelasan Unikom Soal Viral Uang Wisuda Daring Mahal
 
Direktur Humas dan Protokoler Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Desayu Eka Surya menambahkan biaya wisuda itu ditentukan dengan asumsi gelaran wisuda secara langsung atau luring. Namun, karena kondisi pandemi covid-19 yang belum mereda, maka alternatif untuk menggelar wisuda secara daring akhirnya di pilih.
 
Biaya tidak dikurangi, karena kebutuhan wisuda daring juga membutuhkan biaya yang besar. "Jadi biaya itu sudah kita tetapkan jauh sebelum pandemi. Dan biaya itu memang sapa seperti tahun-tahun sebelumnya dan tidak ada kenaikan," kata Desayu.
 
Yang membuat biaya tak bisa berkurang ialah distribusi toga, ijazah, masker hingga face shield ke setiap rumah wisudawan yang mencapai 2.040 orang. Dia pun menjelaskan paket itu tidak bisa dihilangkan karena asumsi wisuda tetap digelar luring.
 
"Kenapa masker dan face shield tetap dikirimkan, ya karena kami masih berupaya dan ingin wisuda digelar langsung, makanya kami pesan secara khusus. Hingga akhirnya ternyata memang wisuda harus tetap luring dan paket wisuda itu sudah tidak bisa dikurangi," sambung Desayu.
 
Unikom juga membutuhkan infrastruktur tambahan untuk menggelar wisuda secara daring. Misalnya, biaya pembuatan video hingga tambahan perangkat komputer dan lain sebagainya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif