Prof. Soemartono Sosrosoemarsono meninggal dunia. Foto: Dok. IPB
Prof. Soemartono Sosrosoemarsono meninggal dunia. Foto: Dok. IPB

Soemartono Sosrosoemarsono, Bapak Entomologi Indonesia Tutup Usia

Citra Larasati • 16 Mei 2022 10:09
Jakarta:  Institut Pertanian Bogor (IPB) University kembali berduka atas meninggalnya salah satu guru besar terbaiknya. Prof. Soemartono Sosrosoemarsono meninggal dunia pada Minggu, 15 Mei 2022. Bapak Entomologi Indonesia itu berpulang di usianya yang ke-92 tahun.
 
Soemartono merupakan entomologis pribumi pertama yang diakui pada era awal kemerdekaan Indonesia. Ia juga dikenal sebagai perintis Jurusan Hama dan Penyakit Tanaman serta program studi Entomologi dan Fitopatologi di IPB University.
 
Soemartono mengawali kariernya sebagai asisten dosen entomologi Fakultas Pertanian Universitas Indonesia pada 1965. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menjadi Pembantu Rektor 1 IPB University (1964-1968) dan Anggota Presidium IPB University 1965-1966).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia juga tergabung dalam Komisi Pemasukan Agens Hayati dan Komisi Pestisida (1996-1997), Direktur Pusat Kajian Pengendalian Hama Terpadu, Fakultas Pertanian IPB University (1997), Ketua II Komisi Perlindungan Tanaman, Departemen Pertanian RI, serta Anggota Kelompok Pengarah, Kelompok Kerja dan Komisi Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), Program Nasional PHT yang digagas oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
 
Almarhum merupakan ilmuwan yang berada di balik lahirnya Instruksi Presiden (Inpres) No. 3 tahun 1986 tentang Peningkatan Pengendalian Hama Wereng Coklat pada Tanaman. Inpres tersebut merupakan tonggak pertama penerapan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) di Indonesia.
 
Nama Soemartono Sosrosoemarsono juga diabadikan sebagai museum serangga di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, IPB University. Museum tersebut memiliki spesimen serangga lebih dari 4.000 koleksi yang telah berumur puluhan tahun (sejak 1990).
 
Sedikitnya ada 112 famili dari 25 ordo serangga yang dipamerkan dan ditata berdasarkan taksonominya. Museum serangga IPB University itu juga memamerkan 166 spesies hama yang diatur berdasarkan komoditas inangnya, mulai dari hama tanaman pangan, perkebunan dan hortikultura.
 
Tidak hanya itu, museum serangga tersebut juga menyimpan spesimen serangga penyerbuk, parasitoid dan predator.
 
Rektor IPB University, Arif Satria mengungkapkan, “Soemartono Sosrosoemarsono adalah seorang guru yang menjadi kebanggaan IPB. Beliau bukan guru biasa, tetapi guru inspiratif yang benar-benar mendidik mahasiswa untuk mencintai ilmu, peduli sosial, rendah hati, dan mencintai keanekaragaman hayati. Beliau adalah ilmuwan yang mengembangkan prinsip PHT di Indonesia. IPB University kehilangan guru terbaiknya. Semoga spirit dan inspirasinya tetap hidup dan membawa manfaat untuk kemaslahatan," terangnya.
 
Selamat jalan, karya dan pengabdianmu telah menjadi semangat bagi generasi muda untuk terus membangun pertanian Indonesia.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif