BRIN. DOK Humas BRIN
BRIN. DOK Humas BRIN

Pentingnya Pemanfaatan Sains Data di Bidang Pertanian Menuju Era Smart Agriculture

Renatha Swasty • 29 Juni 2022 17:38
Jakarta: Perkembangan sains data dan informasi sangat cepat dan memegang peran penting saat ini dan masa depan. Hal ini karena semua aktivitas manusia tergantung pada ketersediaan data dan informasi berkualitas. 
 
Peran sains data dan informasi di era industri 4.0 ini juga dirasakan di bidang pertanian modern sebagai salah satu upaya mewujudkan metode pertanian cerdas melalui pemanfaatan teknologi.
Indonesia sebagi negara pertanian yang memproduksi serta mengonsumsi hasil pertanian guna memenuhi kebutuhan pangan bagi penduduk, saat ini masih menggunakan teknologi tradisional yang mengandalkan kondisi kesuburan tanah. 
 
Indonesia memiliki kesempatan untuk menjadi penghasil pangan terbesar di dunia bila dapat memanfaatkan teknologi maju yang dapat mendukung produktivitas, efisiensi, dan efektivitas. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Sains Data dan Informasi berkontribusi dalam perkembangan smart agriculture yang berfokus pada berbagai riset dalam menghadirkan berbagai aplikasi yang dapat mendukungnya. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Data sains di bidang pertanian akan sangat berperan dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian di tengah keterbatasan lahan, air dan penyubur, sementara di lain sisi populasi penduduk semakin meningkat,” kata Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika, Budi Prawara, dalam keterangan tertulis, Rabu, 29 Juni 2022. 
 
Kepala Pusat Riset Sains Data dan Informasi, Esa Prakasa, menjelaskan produk pertanian saat ini masih dikerjakan manual. Padahal, ini menjadi sangat penting dari sisi atau penyedia pangan dan merupakan kebutuhan pokok. 
 
“Dari berbagai permasalahan selama ini hanya dapat ditangani secara manual oleh orang-orang berpengalaman, sehingga kemampuan untuk menangani hal tersebut terbatas," kata Esa. 
 
Dia menuturkan dengan adanya aplikasi maka pengamatan, analisis, dan identifikasi pertumbuhan tanaman pertanian dapat dilakukan cepat dan akurat. Hal ini dapat dilakukan karena aplikasi menggunakan model deep learning yang telah dilatih dengan data-data real hasil pengumpulan secara langsung. 
 
BRIN menggelar webinar bertajuk Talk To Scientist guna mendapatkan informasi mendalam terkait peran sains data dan informasi. Adapun narasumber yang dihadrikan merupakan kolaborasi dari Pusat Riset Sains Data dan Informasi yang telah melakukan riset bersama pada beberapa tahun sebelumnya. 
 
“Harapannya dengan kehadiran bersama antara periset dan kolaborator dalam satu forum dapat menguatkan bahwa kegiatan riset yang telah dilakukan ini memiliki manfaat pada kondisi riil dan menjadi peluang untuk dapat dikomersialisasikan pada pihak ketiga seperti industri,” ujar Esa.
 
Hasil riset Pusat Riset Sains Data dan Informasi pada hari ini berkenaan dengan pemanfaatan sains data agar bisa mengenali berbagai feature yang dimiliki oleh tanaman, seperti ukuran daun, warna permukaan, kelengkungan, dan lainnya. Karakteristik feature selanjutnya dapat menjadi acuan baik untuk mengetahui jenis maupun kondisi kondisi kesehatan tanaman. Yakni bagian dari feature tersebut ada dalam alogritma dan diberikan label sebagai acuan, sehingga memudahkan dalam melakukan proses klasifikasi. 
 
Baca juga: Dialog dengan Mahasiswa dan Diaspora di Belanda, Kepala BRIN Ajak Jadi Peneliti

 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif