Dies Natalis UAG. Foto: Medcom/Yalitha Islamey
Dies Natalis UAG. Foto: Medcom/Yalitha Islamey

Pendiri UAG Ary Ginanjar Ungkap Kunci Sukses di Era AI: Emosi dan Spiritual

Citra Larasati • 21 April 2026 14:59
Ringkasnya gini..
  • UAG dan ISQ Business School merayakan Dies Natalis yang istimewa, masing-masing memasuki usia ke-2 dan ke-13.
  • Di era kecerdasan buatan, big data, dan disrupsi global, yang dibutuhkan bukan hanya kecerdasan intelektual.
  • Tetapi juga kematangan emosional dan kekuatan spiritual.
Jakarta: Universitas Ary Ginanjar (UAG) dan ISQ Business School merayakan Dies Natalis yang istimewa, masing-masing memasuki usia ke-2 dan ke-13. Perayaan Dies Natalis ini dihadiri oleh berbagai tokoh nasional serta tamu internasional.
 
Dalam pesan video yang ditayangkan pada acara tersebut, Founder UAG dan ISQ Business School, Prof. Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian, menegaskan bahwa kehadiran universitas ini bukan sekadar kebetulan, melainkan sebuah jawaban atas tantangan zaman. 
 
Di era kecerdasan buatan, big data, dan disrupsi global, ia menekankan bahwa yang dibutuhkan bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga kematangan emosional dan kekuatan spiritual.

“Tanpa karakter, kecerdasan bisa menyesatkan. Tanpa nilai, kekuatan bisa menghancurkan,” ujar Ary dalam pesannya di acara 2nd Dies Natalis UAG & 1st UAG International Symposium on Multidisciplinary Studies, di Auditorium UAG, Jakarta, Selasa, 21 April 2026.
 
Dia juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk memandang pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan transfer manusia demi melahirkan generasi yang tidak hanya sukses, tetapi juga bermakna, dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.
 
Sementara itu, Rektor UAG, Dyah Utami Aryanti dalam sambutannya menyoroti pentingnya lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan serta perundungan. Ia menegaskan komitmen universitas untuk membangun ekosistem belajar yang mendukung setiap mahasiswa tumbuh secara optimal.
 
“Mahasiswa kami sering menyebutkan bahwa mereka merasa aman, diberdayakan, dan didukung di kampus ini,” ungkap Intan.
 
Bertepatan pula dengan Hari Kartini, Intan juga menyampaikan pesan bahwa menjadi perempuan bukanlah sebuah batasan, melainkan sebuah kekuatan.
 
Sebagai rangkaian perayaan, UAG menyelenggarakan simposium perdana, yang menghadirkan pembicara internasional di antaranya Dr. Wan Nurul Izza Wan Husin beserta rombongan mahasiswa dan dosen dari Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia serta Dr. Adryan Fitra Azyus seorang Entrepreneur dan AI Researcher.
 
Simposium ini menjadi wadah dialog lintas disiplin ilmu dan lintas bangsa, dengan keyakinan bahwa masa depan akan ditentukan bukan semata oleh teknologi, melainkan oleh kemampuan manusia untuk memahami, mengelola, dan berkolaborasi dengan teknologi secara bijak dan bermartabat. (Talitha Islamey)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan