Anak Pulau Lancang Kepulauan Seribu Jakarta. Foto: Dok Generasi Emas Institute
Anak Pulau Lancang Kepulauan Seribu Jakarta. Foto: Dok Generasi Emas Institute

Waduh! Ternyata Akses Literasi di Jakarta Masih Timpang, Ketersediaan Buku Jadi Soal

Ilham Pratama Putra • 19 Agustus 2026 09:58
Ringkasnya gini..
  • Akses literasi anak di wilayah kota dan pesisir masih timpang, salah satunya terlihat dari keterbatasan bahan bacaan anak di Pulau Lancang.
  • Keterbatasan buku membuat anak-anak di Pulau Lancang lebih banyak menggunakan gawai, menurut pengurus Karang Taruna setempat.
  • Pojok Baca dihadirkan untuk memperluas akses bacaan, dengan koleksi buku anak, sejarah, teknologi, budaya, pengetahuan umum, hingga bahasa asing.
Jakarta: Akses terhadap bahan bacaan belum sepenuhnya merata bagi anak-anak di wilayah pesisir. Misalnya, bagi anak-anak yang tinggal di Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
 
Keterbatasan buku membuat anak-anak di Pulau Lancang kekurangan pilihan bacaan. Hal ini tampak timpang jika dibandingkan akses anak terhadap buku di perkotaan.
 
Founder Generasi Emas Institute, Pangeran Mangkubumi, mengatakan akses terhadap literasi seharusnya tidak hanya menjadi hak anak-anak yang tinggal di perkotaan. Anak-anak di wilayah pesisir juga perlu mendapatkan kemudahan untuk mengakses berbagai bahan bacaan.

"Menurut kami, hak untuk mendapatkan kemudahan akses terhadap literasi bukan hanya milik anak kota, melainkan milik seluruh anak Indonesia termasuk anak-anak pesisir di Pulau Lancang yang menurut kami masih terhitung minim," kata Pangeran dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu 19 Agustus 2026. .
 
Baca juga: Gak Cuma Bagi-Bagi Buku! Rerie Tekankan Pentingnya Gerakan Penguatan Minat Baca  

 
Menurutnya, persoalan akses literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca. Ketersediaan buku yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak juga menjadi bagian penting agar budaya membaca dapat tumbuh sejak dini.
 
Untuk merespons persoalan tersebut, Generasi Emas Institute membuat Pojok Baca di Pulau Lancang pada 17 Agustus 2026. Pojok baca tersebut diisi dengan berbagai bahan bacaan yang ditujukan untuk anak-anak.
 
Koleksi yang tersedia cukup beragam. Mulai dari buku cerita anak, kisah pahlawan, sejarah, agama, teknologi, budaya, alam semesta, pengetahuan umum, geografi, antariksa, hingga bahasa Inggris dan Mandarin.
 
Selain menyediakan buku, kegiatan tersebut juga mengajak anak-anak mengikuti aktivitas membatik dan menggambar. Sejumlah permainan edukatif turut disediakan agar anak memiliki alternatif kegiatan belajar dan bermain.
 
Pangeran mengatakan upaya memperluas akses literasi perlu menjangkau anak-anak di berbagai wilayah. Termasuk kawasan pesisir.
 
Menurut dia, kesempatan memperoleh bacaan yang berkualitas dan sesuai kebutuhan anak tidak seharusnya bergantung pada tempat tinggal. Pemerataan akses tersebut dinilai penting untuk mendukung tumbuhnya minat baca sekaligus memperluas pengetahuan anak sejak usia dini.
 
Baca juga: Kemendikdasmen Dobrak Darurat Literasi! 5,5 Juta Buku Meluncur ke Puluhan Ribu Sekolah  

 
Pengurus Karang Taruna Pulau Lancang, Dimas, mengatakan keterbatasan buku sangat mempengaruhi kemampuan literasi. "Saya berterima kasih dan mengapresiasi teman-teman Generasi Emas Institute yang peduli terhadap anak-anak kecil di sini," ujar Dimas.
 
Menurut Dimas kehadiran Pojok Baca dan akses buku ini juga memecah persoalan sosial lainnya bagi anak. Yaitu ketergantungan anak pada gawai. 
 
"Saya berharap Pojok Baca yang dibuat bisa menambah minat baca dan belajar mereka yang belakangan lebih sering main HP. Mungkin karena buku di sini juga terbatas," tutup Dimas.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan