Menteri Agama Nasaruddin Umar memperlihatkan MoU Kementerian Agama dan Universitas Al-Azhar Asy-Syarif. DOK Kemenag
Menteri Agama Nasaruddin Umar memperlihatkan MoU Kementerian Agama dan Universitas Al-Azhar Asy-Syarif. DOK Kemenag

Kerja Sama Kemenag dan Al-Azhar Diperluas, Double Degree hingga 1.000 Ulama Mesir

Renatha Swasty • 13 Oktober 2026 23:04
Ringkasnya gini..
  • Kemenag dan Universitas Al-Azhar Mesir menandatangani MoU perluasan kerja sama akademik, termasuk skema double degree.
  • Melalui program ini, mahasiswa dapat kuliah dua tahun di Indonesia dan dua tahun di Mesir untuk meraih dua gelar ijazah.
  • Kerja sama ini juga mencakup pengiriman 1.000 ulama Mesir ke Indonesia serta opsi kuliah online untuk efisiensi.
Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) dan Universitas Al-Azhar Asy-Syarif sepakat memperluas kerja sama akademik. Kerja sama mencakup persiapan skema gelar ganda (double degree), kuliah jarak jauh, riset kolaboratif, hingga pertukaran pendidik. 

Kesepakatan kerja sama tersebut tertuang dalam Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama Wakil Al-Azhar Asy-Syarif, Asy-Syekh Ayman Abdul Ghani, secara hybrid di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026. (12/10/2026).

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut perluasan kerja sama ini merupakan tindak lanjut pertemuan bilateral antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi. Sektor pendidikan mendapat perhatian khusus mengingat besarnya populasi mahasiswa Indonesia di Mesir.

"Dimungkinkan untuk melakukan twinning program atau double degree. Mahasiswa dapat menempuh pendidikan dua tahun di sini (Indonesia) dan dua tahun di Al-Azhar Mesir, kemudian nanti mendapatkan dua ijazah," ujar Nasaruddin dikutip dari laman kemenag.go.id, Selasa, 13 Oktober 2026.

Penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pendidik juga menjadi prioritas. Nasaruddi mengungkapkan pihaknya tengah berupaya mendatangkan sekitar 1.000 ulama dari Mesir yang telah dibekali kemampuan berbahasa Indonesia. 
 
Wakil Al-Azhar Asy-Syarif - sy-Syekh Ayman Abdul Ghani
Wakil Al-Azhar Asy-Syarif, Asy-Syekh Ayman Abdul Ghani. DOK Kemenag


Para ulama ini nantinya bakal membantu proses pengajaran di berbagai perguruan tinggi dan pondok pesantren di tanah air. Kementerian Agama juga memperoleh kesempatan strategis memperkuat kompetensi pendidik lokal.

"Diberi kesempatan (mengirimkan) imam-imam, ustaz-ustaz, dan dosen-dosen bahasa Arab dan Dirasah Islamiyah untuk berangkat ke Mesir, guna selanjutnya mengikuti program takhasus (spesialisasi)," ujar dia.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amin Suyitno, menegaskan perumusan MoU ini telah melalui proses panjang yang melibatkan empat periode kepemimpinan Menteri Agama. Ke depan, regulasi ini diharapkan menjadi pintu gerbang bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk menyelenggarakan program yang lebih efisien.

"Salah satunya adalah bagaimana kita bisa melakukan kuliah online, sehingga nanti mengurangi mahasiswa-mahasiswa kita yang datang ke Mesir, sehingga suasana yang sangat crowded (padat) beserta eksesnya bisa dikurangi," ujar Amin.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan