Laman Batik di Google Arts and Culture. Foto: Google Arts and Culture
Laman Batik di Google Arts and Culture. Foto: Google Arts and Culture

Kemendikbud-Google Padukan Batik dan Digitalisasi

Pendidikan hari batik
Antara • 01 Oktober 2020 17:38
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Google Arts and Culture, serta Museum Tekstil Jakarta dan Yayasan Batik Indonesia (YBI) mengumumkan tambahan fitur terbaru untuk halaman Batik di Google Arts and Culture. Inisiatif ini dilakukan untuk merayakan Hari Batik Nasional besok, Jumat, 2 Oktober 2020.
 
"Untuk merayakan batik, kain kebanggaan Indonesia, dengan membagikannya kepada lebih banyak audiens. Memudahkan pembelajaran dan membantu industri lokal untuk berkembang," kata Amit Sood, Direktur Cultural Institute and Art Project di Google, dalam siaran virtual, Kamis, 1 Oktober 2020.
 
Langkah ini juga untuk menunjukkan rasa hormat kepada keterampilan seni, kreativitas, dan ketangguhan orang-orang Indonesia, khususnya para seniman yang melestarikan kerajinan ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Halaman Batik di Google Arts and Culture saat ini berisi lebih dari 1.100 tekstil Indonesia dalam resolusi ultra-tinggi yang ditangkap dengan Art Camera. Koleksinya meliputi 900 batik (45 pola batik baru), 200 tradisi tekstil Indonesia lainnya (seperti ikat, ulos, dan songket).
 
Adapun 23 cerita digital yang mendalam pilihan kurator ahli, materi edukasi yang terintegrasi dan dapat diunduh bagi para pengajar, pelajar, dan orang tua, serta sorotan UKM batik lokal.
 
Baca juga:492 Mahasiswa Berbagai Kampus Kuliah Satu Semester di UGM
 
Kepala Hubungan Publik Asia Tenggara, Google Asia Tenggara, Ryan Rahardjo menambahkan, selain dapat diakses oleh masyarakat luas, pihaknya juga merekomendasikan laman ini untuk diakses pelajar dengan rentang usia 11-14 tahun. Tujuannya agar dapat mengenal batik melalui gawai bersama orang tua.
 
"Yang dibutuhkan hanya gawai dan internet, untuk lesson pack ini bisa dipelajari pelajar bersama dengan keluarga, terkait memahami batik dalam waktu 60 menit, yang meliputi sejarah, teknik, simbol, pattern, dan DIY," kata Ryan.
 
Kemudian ada extra discovery dengan waktu 45 menit mengenai desain, warna, words search dan kuis menarik dan interaktif juga. "Diharapkan ini bisa jadi education resource untuk belajar tentang batik," ujarnya melanjutkan.
 
Selain itu, terdapat pula Google Street View yang memungkinkan pengguna mengunjungi Museum Tekstil Jakarta secara virtual (virtual tour), sebagai tambahan bahan belajar yang bisa dinikmati pengguna.
 
Digitalisasi Google untuk batik juga meliputi pelatihan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor batik melalui lokakarya Gapura Digital.
 
"Google dan tim telah melatih lebih dari 50 pakar batik melalui lokakarya Gapura Digital untuk membantu mereka memajukan bisnis melalui media digital," imbuh Ryan.
 
Sementara itu, pengguna bisa mengakses laman Batik tersebut dengan mengunjungi Google Arts and Culture, dan mencari "Batik" di kotak pencarian Google Arts and Culture, atau dengan klik https://artsandculture.google.com/project/indonesian-textiles

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif