Dirjen PAUD Dikdasmen, Kemendikbud, Jumeri. Foto: YouTube
Dirjen PAUD Dikdasmen, Kemendikbud, Jumeri. Foto: YouTube

Angka Anemia Siswa Indonesia Tinggi Ancam Kualitas Belajar

Pendidikan pendidikan Kualitas Pendidikan
Ilham Pratama Putra • 25 Januari 2021 10:17
Jakarta: Prevalensi anemia siswa di Indonesia berada di atas angka 20 persen. Sementara  organisasi kesehatan dunia atau World Health Organisation (WHO) mensyaratkan jika prevalensi anemia harus berada di bawah 20 persen.
 
"Hasil pendataan tahun 2018 disebutkan, bahwa prevelensi anemia balita kita masih 38,5 persen, usia sekolah 26,5 persen dan anak remaja 15 sampai 24 tahun masih cukup tinggi, yakni 32 persen," kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Jumeri, dalam siaran YouTube Direktorat Sekolah Dasar, Senin, 25 Januari 2021.
 
Dengan begitu diduga, anak usia sekolah di Indonesia memiliki gizi yang buruk. Jumeri menyebutkan, anak Indonesia harus mampu menekan angka prevalensi tersebut di bawah 20 persen, sesuai standar WHO.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita masih memerlukan perjuangan yang keras, untuk bisa memastikan anak-anak kita sekolah kita punya status gizi yang baik, pada gilirannya mampu mengakses pembelajaran," jelas dia.
 
Baca juga:  Kewajiban Siswi Nonmuslim Pakai Jilbab, Ini Tanggapan PGRI
 
Ketika gizi siswa terpenuhi, kata dia, siswa akan lebih mudah menerima pembelajaran. Anemia yang dipengaruhi tingkat kualitas gizi itu kata dia dapat menurunkan fokus pembelajaran.
 
"Kita harus bisa menghasilkan generasi yang memiliki hasil belajar yang tinggi, yang akhirnya bisa menjadi generasi yang hebat di masa depan," sambungnya.
 
Dia berharap ada kerja sama antara keluarga, sekolah dan pemerintah dalam mengupayakan gizi yang baik untuk anak. Utamanya anak yang saat ini berada di usia sekolah.
 
"Kolaborasi antara berbagai pihak termasuk pemerintah, pemerintah daerah, keluarga, masyarakat dan lembaga dalam mencegah anemia sejak anak SD," tutup Jumeri.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif