Ilustrasi. Dok Media Indonesia.
Ilustrasi. Dok Media Indonesia.

Menilik Akar Masalah Praktik Intoleransi di Sekolah

Pendidikan sekolah toleransi beragama Kebijakan pendidikan
Arga sumantri • 27 Januari 2021 07:26
Jakarta: Kabar tentang kebijakan SMKN 2 Padang yang mewajibkan siswi nonmuslim mengenakan jilbab viral di media sosial dan memantik polemik. Dugaan praktik intoleransi di lembaga pendidikan ini pun menjadi sorotan publik.
 
Banyak pihak menganggap kasus ini cermin minimnya penerapan nilai keberagaman di sekolah. Pihak sekolah kebanjiran kritik hingga kecaman. Termasuk, dari Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. 
 
Bagi Nadiem, kasus ini bentuk pelanggaran peraturan perundang-undangan dan menciderai nilai keberagaman. Ia menegaskan, sekolah tidak boleh sama sekali membuat peraturan atau imbauan kepada peserta didik untuk menggunakan pakaian agama tertentu sebagai seragam sekolah. Apalagi, jika itu tidak sesuai dengan agama kepercayaan peserta didik.
 
"Pemerintah tidak akan menoleransi guru dan kepala sekolah yang melakukan pelanggaran dalam bentuk intoleransi tersebut," tegas Nadiem dalam pernyataan melalui akun Instagram pribadinya, @nadiemmakarim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Nadiem: Tidak Ada Toleransi untuk Pelaku Intoleran di Sekolah
 
Nadiem bahkan meminta agar ada sanksi berat bagi oknum yang terbukti melakukan tindakan intoleransi tersebut.
 
Lantas, benarkah kasus SMKN 2 Padang sepenuhnya salah pihak sekolah?
 
 
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif