Komisioner bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti. Foto: Dok. Medcom.id
Komisioner bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti. Foto: Dok. Medcom.id

KPAI: Guru Harus Dilatih Agar Memiliki Rasa Kebinekaan

Pendidikan guru sekolah rasisme toleransi beragama
Ilham Pratama Putra • 29 Oktober 2020 18:19
Jakarta: Percakapan grup WhatsApp salah satu SMA Negeri yang berisikan ajakan seorang guru kepada siswa untuk memilih ketua OSIS yang seagama menjadi peringatan bagi dunia pendidikan.
 
Komisioner KPAI bidang pendidikan, Retno Listyarti mengatakan guru harus dilatih untuk memiliki rasa kebinekaan. Jika guru tak punya rasa keberagaman, maka hal itu bisa memengaruhi siswa untuk tidak bisa menghargai perbedaan sesama temannya.
 
"Pelatihan ini bertujuan agar para guru dapat menyemai keragaman dan dan menjadi role model bagi para siswanya untuk menghargai keragaman dan dapat hidup damai dalam perbedaan. Peran guru dalam menyemai keberagaman dan menghargai perbedaan di sekolah sangat strategis," kata Retno dalam keterangannya, Rabu, 28 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelatihan yang diberikan kepada guru juga dimungkinkan untuk diberikan pula kepada kepala sekolah. Berbagai jenis pelatihan harus diberikan, agar penyelenggaran pendidikan memiliki toleransi yang baik dan dapat diimplementasikan kepada siswa.
 
"Yang diberikan bagi para guru dan kepala sekolah tentang isu nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan, persatuan dan penghargaan atas keragaman dan Hak Asasi Manuisa (HAM)," ungkap Retno.
 
Baca juga:KPAI Minta Disdik Periksa Oknum Guru di Kasus 'Ketua OSIS Seagama'
 
Nantinya guru yang telah dilatih harus diukur tingkat toleransinya. Nilai atau hasil survei toleransi itu akan menentukan intervensi seperti apa yang harus dilakukan pemerintah dalam menguatkan nilai-nilai persatuan dan keragaman di sekolah-sekolah.
 
Lebih lanjut atas kejadian berbau rasisme di salah satu SMA negeri itu, Retno meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta melakukan pemeriksaan terhadap guru yang bersangkutan. Guru yang bersangkutan harus diberikan peringatan.
 
"Jika yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran, maka Disdik Provinsi DKI Jakarta harus bertindak tegas agar ada efek jera, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali," ungkap Retno.
 
Ramainya permasalahan ini dimulai dari percakapan seseorang guru berinisial TS (56) dalam grup WhatsApp ‘Rohis 58’. Guru Agama Islam dan Budi Pekerti itu meminta agar anggota grup ‘Rohis 58’ tidak memilih calon Ketua Osis yang beragama nonmuslim.
 
Dalam tangkapan layar itu TS menuliskan pesan agar para siswa berhati-hati dalam memilih calon ketua OSIS. TS ingin ketua OSIS di SMA tersebut memilki akidah yang sama dengan anggota grup WhatsApp 'Rohis 58'.
 
Assalamualaikum, hati-hati memilih ketua OSIS Paslon 1 dan 2 calon nonIslam. Jadi tetap walau bagaimanapun kita mayoritas harus punya ketua yang se-akidah dengan kita. Mohon doa dan dukungannya untuk Paslon 3, Mohon doa dan dukungannya utk Paslon 3, Awas Rohis jangan ada yang jadi pengkhianat ya," lapor salah seorang dalam grup 'Rohis 58', kepada pihak KPAI.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif