Menristekdikti, Mohamad Nasir (kiri) saat Halalbihalal Idulfitri 2019 di Gedung BPPT, Jakarta, Kemenristekdikti/Diky Erfan Priliandi.
Menristekdikti, Mohamad Nasir (kiri) saat Halalbihalal Idulfitri 2019 di Gedung BPPT, Jakarta, Kemenristekdikti/Diky Erfan Priliandi.

Menteri Nasir Pantau ASN Bolos di Kementerian Hingga PTN

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Citra Larasati • 10 Juni 2019 15:58
Jakarta: Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir memantau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang membolos di hari pertama kerja setelah libur dan cuti bersama Idulfitri 2019. Pemantauan tidak hanya dilakukan di lingkungan kantor Kemenristekdikti, namun juga seluruh ASN yang berada di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia.
 
Nasir mengatakan, dirinya telah meminta Sekretaris Jenderal (sekjen) untuk mendata ASN di setiap Direktorat Jenderal (ditjen) dan Inspektorat Jenderal (Itjen) yang tidak masuk di hari pertama kerja setelah libur dan cuti bersama Idulfitri 2019. Data ASN yang absen tersebut harus dilaporkan kepada menteri, setidaknya dalam tiga hari setelah hari pertama kerja.
 
Jika ada ASN yang absen mereka akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku. "Nanti tiga hari laporan kepada kami, harus diberikan sanksi. Karena dari Kementerian PAN RB sudah jelas aturannya," kata Nasir, usai Halalbihalal Idulfitri 2019, di Gedung BPPT, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terkait sanksi, kata Nasir, akan dikenakan secara berjenjang. Mulai dari Surat Peringatan 1 (SP1). "Kalau sudah SP 1 warning lah itu," tegas Nasir.
 
Baca:Menpan RB Sidak Kehadiran ASN
 
Pemantauan absensi ASN tidak hanya dilakukan di lingkungan Kemenristekdikti, namun juga di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia. "Semua pegawai (ASN) di PTN seluruh Indonesia, rektor, akan saya pantau semua. Nanti siapa yang bolos hari ini (hari pertama kerja) tolong laporkan ke Kementerian dan rektor yang akan ambil sikap," tandasnya lagi.
 
Berbeda dengan skema pelaporan absensi di Kementerian, untuk daftar ASN yang bolos di PTN akan ditunggu dalam satu hingga dua minggu setelah masuk hari pertama pascalebaran. "Kalau di pusat (kementerian) tiga hari. Untuk daerah tidak mungkin, (ditunggu) dalam satu atau dua minggu," terangnya.
 
Menurut Nasir, ASN yang bolos di hari pertama kerja setelah libur Lebaran termasuk indisipliner. Kecuali jika ASN yang bersangkutan tengah mengambil cuti melahirkan, sekolah, atau tengah menjalankan tugas perjalanan dinas yang izinnya telah didapat sebelum memulai cuti bersama Lebaran.
 
"Jika tidak masuk tanpa alasan, ini termasuk indisipliner. Sanksinya nanti tergantung pelanggarannya apa kalau tidak masuk, ada pelanggaran ringan dan seterusnya, ada tahapannya," tegas mantan rektor terpilih Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini.
 
Hari ini, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin juga menyidak kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) di sejumlah kantor pemerintah. Ia memantau absensi ASN melalui laporan instansi pemerintahan melalui website yang disiapkan Kemenpan RB.
 
Baca:Skema Baru SBMPTN Tekan Tingkat Kegagalan Menembus PTN
 
Dia memastikan bakal ada hukuman bagi pelanggar. Hukuman bagi ASN bolos beragam. Hukuman paling ringan berupa teguran yang nanti bisa berimbas kepada tunjangan kinerja dan jabatan.
 
Sedangkan, hukuman terberat adalah pemecatan. "Kalau dia mangkir 30 hari dipecat," tegas Syafrudin.
 
Namun, Syafruddin tidak ingin cepat-cepat memutuskan hukuman bagi ASN bolos. Dia akan menunggu sampai pukul 15.00 WIB untuk menerima keseluruhan laporan dari seluruh instansi sebelum mengumpulkan banyaknya ASN yang mangkir.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif