Para pemenang Kompetisi As-Syifa Researchers and Inventors Awards (ARIA) 2019.  Foto:  Kemenag/Humas
Para pemenang Kompetisi As-Syifa Researchers and Inventors Awards (ARIA) 2019. Foto: Kemenag/Humas

Siswa Madrasah Kalahkan Mahasiswa UGM di Kompetisi Riset

Pendidikan Prestasi Pelajar
Citra Larasati • 16 Desember 2019 16:34
Jakarta: Kecil-kecil cabe rawit tampaknya tepat menggambarkan sosok Muhammad Fakhri Wijayanto, Siswa MAN Insan Cendekia Kota Batam. Ia berhasil meraih juara I kategori penelitian dalam Kompetisi As-Syifa Researchers and Inventors Awards (ARIA) 2019, bahkan Fakhri berhasil mengungguli lawannya yang berstatus mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM).
 
Kompetisi ini digelar Bagian Penelitian dan Pengembangan Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah, Subang, Jawa Barat, 11-14 Desember 2019. Fakhri menyabet juara setelah mengalahkan dua finalis lainnya, yaitu mahasiswa UGM dan siswa dari Pondok Pesantren Rembang.
 
Fakhri berhasil menjadi yang terbaik dalam sesi presentasi yang dilaksanakan pada 12 Desember 2019 di Gedung Yayasan As-Syifa Boarding School, Subang. "Kompetisi ini dibuka untuk umum. Dari seluruh peserta yang mendaftar, terpilihlah 10 finalis yang karyanya dipresentasikan di Subang," terang Kepala MAN IC Kota Batam, Zakiah dalam siaran persnya di Jakarta, Senin, 16 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


As-Syifa Researchers and Inventors Awards (ARIA) merupakan ajang kompetisi penelitian dan penemuan yang terbuka untuk umum. Kompetisi ini mengangkat tema seputar Pekerjaan Sosial, Edukasi dan Rekreasi, Pertanian Terpadu dan juga Go Green dan Teknologi Ramah Lingkungan.
 
Kompetisi penelitian dan penemuan ini juga merupakan ajang silaturahim antarpeneliti dan penemu di Indonesia, sekaligus menjadi wadah untuk menampung solusi dari permasalahan yang muncul di masyarakat pada umumnya.
 
Menurut Zakiah, dalam kompetisi ARIA, Fakhri Wijayanto mengangkat judul penelitian "Peningkatan Toleransi Antarumat Beragama Melalui Metode Viral Marketing Toleransi dengan TDT Game dan Hashtag Instagram (Sebuah Studi Kasus pada Siswa Kelas 2 SMPN 6 Batam)". Ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan pendekatan kualitatif.
 
"Sampel penelitian 74 siswa kelas 2 SMPN 6 Batam. Melalui hasil SPSS 24, diperoleh peningkatan toleransi sebesar 13,67% di kelas eksperimen," ujar Fakhri.
 
Kesimpulan penelitian ini, ada peningkatan toleransi antarumat beragama siswa kelas 2 SMPN 6 Batam melalui metode pemasaran viral toleransi dengan TDT Game dan Hashtag Instagram. Sebagai juara, Fakhri mendapat piagam dan dana pembinaan sebesar Rp4juta.
 
"Peningkatan ini diharapkan dapat memperkuat persatuan dan kesatuan siswa SMPN 6 Batam yang akan berimbas pada penguatan persatuan dan kesatuan NKRI," tandasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif