Uji coba PTM Terbatas di Yogyakarta. Foto:  ANT
Uji coba PTM Terbatas di Yogyakarta. Foto: ANT

Serapan Anggaran Kemendikbudristek 91,5%, Mayoritas untuk Tangani Pandemi

Pendidikan pendidikan Anggaran Pendidikan Kemendikbudristek
Citra Larasati • 25 Agustus 2021 19:24
Jakarta:  Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbudristek Suharti juga menyampaikan Laporan realisasi anggaran di tahun 2020.  Tahun ini serapan anggaran Kemendikbudristek sebesar Rp79,6 triliun atau 91,5 persen dari total anggaran.
 
“Realisasi terdiri dari Belanja Pegawai Rp24,25 triliun, terdiri dari gaji dan tunjangan pegawai di pusat dan daerah termasuk Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN- BH), termasuk Bantuan Tunjangan Profesi Guru yang kita berikan, baik untuk sekolah negeri maupun swasta,” ungkap Suharti, dalam rapat kerja Mendikbudristek dengan Komisi X DPR yang digelar secara luring, Rabu, 25 Agustus 2021. 
 
Ia menjelaskan, terdapat Belanja Barang sebesar Rp33,11 triliun yang sebagian besar dialokasikan untuk Bantuan Subsidi Kuota Internet yang ditambahkan dan Bantuan Subsidi Upah untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Non-PNS serta penanganan Covid-19 pada Rumah Sakit Pendidikan (RSP) di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian ada juga Bantuan Operasional PTN dan Badan Layanan Umum (BLU) yang termasuk beasiswa dan peningkatan kapasitas guru. Belanja Modal Rp5,52 triliun ini adalah seluruh belanja yang menghasilkan aset, peralatan, mesin, gedung, dan bangunan termasuk yang di perguruan tinggi.
 
"Sementara Belanja Bantuan Sosial (Bansos) ini kita tahu semua untuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan KIP Kuliah, dan Beasiswa Bidikmisi,” tutur Suharti.
 
Menanggapi laporan dari Sesjen Kemendikbudristek tersebut, anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Sofyan Tan, memberikan apresiasi atas capaian daya serap Kemendikbudristek. “Kami mengapresiasi penyerapan 91,52%. Itu angka yang baik,” katanya.
 
Baca juga:  DPR Puji Kemendikbudristek Opini WTP 8 Kali Berturut-turut
 
Apresiasi juga disampaikan Muhammad Khadafi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia menyadari bahwa tahun 2020 merupakan tahun yang berat. Namun ia mengapresiasi respons cepat Kemendikbudristek atas dampak pandemi di sektor pendidikan.
 
“Kita tiba-tiba dikejutkan pandemi yang luar biasa dan terjadilah dinamika yang tadinya proses belajar secara tatap muka, harus berubah secara daring. Kemendikbudristek telah melakukan inovasi-inovasi seperti memberikan Bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Bantuan Kuota Data Internet, bahkan mendorong program-program bantuan Alat Pelindung Diri (APD) ke seluruh perguruan tinggi di Indonesia,” ucap Khadafi.
 
Ia menuturkan, DPR memahami banyaknya catatan yang menjadi temuan, mengingat Indonesia dengan letak geografi dan tantangan daerah Terdepan, Terpencil, Tertinggal (3T), memerlukan ragam inovasi yang strategis.  Sesuai dengan kebutuhan khas masing-masing wilayah dan data faktual di lapangan.
 
“Itu hal yang lumrah, bahwa tahun pertama kita masih berpikir bersama tentang upaya apa yang bisa kita lakukan,” tutur Suharti.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif