Duta harmoni madrasah. Foto: Kemenag/humas
Duta harmoni madrasah. Foto: Kemenag/humas

Kemenag Kukuhkan 50 Duta Harmoni Madrasah

Pendidikan kementerian agama toleransi beragama Madrasah Kemenag
Citra Larasati • 28 November 2021 14:56
Jakarta:  Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kemneterian Agama (Kemenag) mengukuhkan 50 duta harmoni madrasah.  Duta ini terpilih dari proses seleksi proposal rencana aksi yang diajukan para siswa madrasah.
 
Total ada 751 proposal yang diajukan untuk kemudian diseleksi menjadi 50 terpilih.  Pengukuhan Duta Harmoni pemenang proposal ini dikemas dalam Pelatihan Mentoring/Motivator Muda Moderasi Beragama Tahun 2021. Giat ini berlangsung empat hari, 24-27 November 2021 di Bogor.
 
Dirjen Pendidikan Islam, Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya. Bahkan berpotensi menjadi kekuatan ekonomi di masa mendatang. Tetapi, hal ini tidak mungkin terwujud tanpa adanya situasi dan kondisi kehidupan masyarakat yang harmonis dan damai. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ada prasyarat dasar yang perlu terus menerus kita pertahankan, yakni kehidupan yang harmonis dan damai di antara masyarakat,” tegas pria yang akrab disapa Dhani ini, di Bogor, dalam keterangan tertulis Kemenag, 28 November 2021.
 
Baca juga:  Juknis Terbit, Dana BOP/BOS Madrasah untuk Gaji Honorer Dibatasi Maksimal 50%
 
Dhani menggarisbawahi pentingnya para duta dengan karakter moderat untuk mewujudkan harmoni. Menurutnya, ada empat karakter moderat, yaitu sikap toleran, sikap antikekerasan, ramah budaya lokal, dan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat. 
 
“Empat hal ini merupakan sikap karakter moderat yang wajib dimiliki Duta Harmoni,” ujar Ali Ramdhani. 
 
Direktur KSKK Madrasah, Kemenag, Mohammad Isom mengatakan, kegiatan ini merupakan ikhtiar mencetak generasi muda Indonesia yang Hebat-Bermartabat, Moderat, dan Anti Korupsi. Melalui agenda ini, lanjut Isom, karatker moderat siswa madrasah dipupuk dan dikembangkan.
 
Tujuannya, agar mereka tidak kehilangan jati diri dan karakternya sebagai manusia Indonesia. Sehingga, kelak mereka mampu menjadi motor penggerak dan penyebarluas kultur keberagamaan moderat di kalangan remaja di Indonesia. 
 
Kasubdit Kesiswaan Direktorat KSKK Madrasah, Kemenag Nanik Puji Astuti melaporkan, 50 Duta Harmoni yang terseleksi telah mengimplementasikan rencana aksinya. Direktorat KSKK juga telah melakukan proses pendampingan.
 
Dalam kegiatan ini, mereka  mempresentasikan hasil aksinya. “Mengingat, moderasi itu adalah sebuah proses, di mana hasil atau praktiknya adalah toleransi,” tegas Nanik.
 
Jadi, lanjut Nanik, fokus dari program Duta Harmoni ini bukan sekadar internalisasi ajaran agama, tetapi juga penekanan pada peran aktif mereka dalam memetakan dan mengatasi berbagai persoalan kehidupan sosial masyarakat.  Setelah melalui serangkaian proses panjang itulah, maka pada akhir kegiatan ini dilakukan pengukuhan kepada 50 Duta Harmoni.
 
Ada 40 duta dikukuhkan sesuai kategori berdasar “keunikan” rencana aksinya, tujuh orang dikukuhkan sebagai “Duta Bertalenta”, dan tiga orang dikukuhkan sebagai “Duta Penggerak Bertalenta”. 
 
“Ketiga Duta Penggerak Bertalenta” ini memiliki keunggulan dan keunikan masing-masing. Mereka adalah, Aldinta Batrisya Wasima dari MAN 1 Jembrana, Bali, Wida Puspa Mokolintad dari MAN 1 Kotamobagu, Sulawesi Utara, dan Zuhudiah Azzahra dari MAN 1 Kampar, Riau.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif