Pakar Kurikulum dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Said Hamid Hasan
Pakar Kurikulum dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Said Hamid Hasan

Kurikulum LPTK Harus Mampu Mencetak Guru yang Inovatif

Pendidikan guru Kebijakan pendidikan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 13 Mei 2020 22:11
Jakarta: Pakar Kurikulum dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Said Hamid Hasan mengatakan, kurikulum di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan harus bisa membuat guru memiliki metode untuk menjadikan siswa mau belajar. Karena selama ini metode pembelajaran yang diterapkan guru belum mampu membuat siswa mau belajar.
 
“Sekarang kita membangkitkan satu metode yang menyebabkan anak belajar. Yakni kurikulum yang mendidik anak,” kata Hamid dalam Diskusi Daring Strategi LPTK Dalam Menyukseskan Merdeka Belajar, Rabu, 13 Mei 2020.
 
Untuk mewujudkan hal tersebut, kualitas guru harus ditingkatkan. Guru harus bisa berinovasi dan fleksibel dalam pembelajaran, bukan hanya menggunakan metode yang benar, tetapi juga yang dibutuhkan siswa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Anak kurang belajar karena guru hanya menggunakan metode yang benar, tetapi bukan itu yang diinginkan anak,” jelasnya.
 
Baca juga:IKA UPI Desak Pemerintah Tertibkan LPTK Abal-abal
 
Namun yang harus menjadi catatan adalah, saat ini cukup sulit guru bagi guru mengkreasikan dan berinovasi dalam metode mengajarnya karena beban mengajar yang tinggi. Yakni sebelumnya guru harus memenuhi syarat minimal 24 jam untuk menjdapat tunjangan.
 
Akibatnya ada guru yang harus mengajar ke sekolah lain untuk memenuhi syarat minimal jam mengajar tersebut. “Kasihan sekali, apalagi mengajar di sekolah lain untuk mengejar 24 jam sudah tidak bisa apa-apa. Akhirnya mengajar dengan cara mengambil buku teks suruh anak-anaknya menyalin, karena sudah capek,” ungkapnya.
 
Dengan begitu menurutnya, justru akan merugikan siswa karena guru juga tidak optimal dalam mengajar. Hal lain yang menjadi perhatian adalah menciptakan suasana di tempat kerja yang mendukung.
 
“Ini gimana kualitasnya? Termasuk suasana kerja di sekolah tidak mendukung guru kreatif dan produktif,” terangnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif