NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: Kemendikbud/Humas
Ilustrasi. Foto: Kemendikbud/Humas

UNS: Kekhawatiran pada Korona Picu Gangguan Mental

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 23 Maret 2020 15:47
Jakarta: Semakin masifnya penyebaran virus Korona hingga ke 152 negara termasuk Indonesia memberikan dampak psikologis kepada masyarakat. Dampak psikologis itu bisa terjadi pada orang yang suspect, pasien positif Korona, maupun masyarakat umum.
 
Dosen Program Studi (Prodi) Psikologi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Rini Setyowati, M.Psi., menjelaskan, bagi masyarakat secara umum pemberitaan maupun informasi terkait virus Korona bisa menimbulkan perasaan tertekan, stres dan cemas. Terlebih jika pemberitaannya berisi tentang terus meningkatnya jumlah penderita.
 
“Reaksi masyarakat dapat berupa memproteksi diri dan keluarganya secara berlebihan maupun keluarganya. Misalnya dengan mencuci tangan berulang kali, membersihkan rumah dan lingkungan terus-menerus,” terang Rini, dikutip dari laman UNS, Jakarta, Senin 23 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini dapat menimbulkan gejala obsesif kompulsif. Gangguan mental yang menyebabkan penderitanya merasa harus melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang.
 
“Bila tidak dilakukan, individu tersebut akan diliputi kecemasan atau ketakutan,” ungkapnya.
 
Baca juga:Dokter Muda UNS Siap Turun Jadi 'Relawan Korona'
 
Sementara bagi penderita, dampak psikologis bisa dirasakan, seperti perasaan tertekan, stres, cemas saat didiagnosis positif terinfeksi virus Korona. Bahkan penderita bisa merasa cemas atau khawatir secara berlebihan ketika privasinya atau identitasnya bocor ke publik.
 
Kekhawatiran itu memang bukan tanpa sebab. Dengan tersebarnya identitas penderita maka bisa berdampak kepada kehidupannya yakni dikucilkan oleh lingkungan sekitarnya.
 
“Dalam kondisi ini, reaksi dari penderita bisa berupa bersikap tidak jujur dengan riwayat penyakit, perjalanan sebelumnya dan pernah kontak dengan penderita covid-19 lain kepada tenaga medis. Reaksi lainnya bisa berupa penderita merasa cemas atau khawatir tentang hasil yang lambat setelah perawatan medis,” kata Rini.
 
Adapun upaya yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi dampak psikologis terhadap virus Korona ini adalah dengan coping adaptif, yakni cara mengatasi masalah yang adaptif baik penderita maupun masyarakat luas.
 
Dengan cara mengolah perasaan khawatir, tertekan dan cemas diarahkan pada reaksi melindungi diri dengan tepat dan meningkatkan religiusitas individu karena individu dapat lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.
 
“Sebaliknya, apabila strateginya adalah coping maladaptif maka tidak menutup kemungkinan individu dapat mengalami distres, cemas, gejala obsesif kompulsif atau permasalahan psikologis lainnya,” tuturnya.
 
Rini menjelaskan, kekinian sudah terdapat banyak imbauan untuk masyarakat dari Himpunan Psikologi Indonesia terkait penyebaran virus Korona yang disingkat PSIKOLOGI. Pertama Perhatikan kesehatan, kedua Social distancing, ketiga Ingatlah menjaga kebersihan, keempat Konsumsi buah, vitamin dan makanan bergizi, kelima Olah pikir, lah rasa dan meminimalisir kecemasan, keenam Lakukan kebiasaan baik dengan menutup mulut, hidung ketika batuk dan bersin serta hindari menyentuh bagian wajah dengan tangan, ketujuh Olahraga secara teratur, kedelapan Gunakan masker dan kesembilan Ingatlah untuk berdoa.
 
Terakhir, ia juga mengingatkan agar masyarakat yang masih melakukan aktivitas di luar rumah agar lebih diedukasi. Bukan tanpa sebab, imbauan bekerja, belajar dan beribadah dari rumah justru disalah artikan sebagai waktunya berlibur.
 
“Masih ada masyarakat yang kurang bijak menyikapi kebijakan pemerintah untuk 14 hari beraktivitas di dalam rumah (belajar, bekerja dan beribadah di rumah), namun mereka malah berlibur ke tempat wisata. Masyarakat inilah yang sebaiknya perlu diedukasi mengenai pentingnya mematuhi kebijakan pemerintah dan dampak dari sikapnya tersebut bagi keluarganya dan masyarakat lain,” tegasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif