Pendiri Sekolah Cikal, Najelaa Shihab. Foto: Zoom
Pendiri Sekolah Cikal, Najelaa Shihab. Foto: Zoom

Meski Dihibahkan, Sekolah Cikal Tetap Boleh Memakai 'Merdeka Belajar'

Pendidikan Merdeka Belajar
Citra Larasati • 14 Agustus 2020 15:08
Jakarta: Nama 'Merdeka Belajar' telah dihibahkan PT Sekolah Cikal sebagai pemegang merek dagang kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Meski begitu, Sekolah Cikal menegaskan, bahwa pihaknya tetap dapat menggunakan merek ini untuk kepentingan sekolahnya di masa mendatang.
 
Pendiri Sekolah Cikal, Najelaa Shihab menegaskan, Sekolah Cikal tetap dapat menggunakan nama Merdeka Belajar meski merek tersebut telah dialihkan atau dihibahkan untuk Kemendikbud. "Tadi juga makasih Mas Nadiem sudah menyampaikan, bahwa pengalihan atas merek ini tidak berarti bahwa Cikal tidak bisa menggunakan lagi," tegas Najelaa dalam Webinar 'Merdeka Belajar', Jumat, 14 Agustus 2020.
 
Termasuk juga semua pihak yang selama ini sudah menggunakannya. "Karena Saya hadir saat ini bukan hanya atas nama Cikal tapi juga komunitas. Guru Belajar, Yayasan Guru Belajar, jaringan sekolah Merdeka Belajar yang selama bertahun-tahun ini juga sudah menginisiasi program-program Merdeka Belajar dalam berbagai bentuk," paparnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam hal ini, kata Najelaa, Sekolah Cikap pada dasarnya hanya ingin ikut bergotong royong dalam upayameningkatkan pendidikan Indonesia agar semakin berkualitas. Ia meyakini, dengan kolaborasi antarpihak dapat mewujudkan tercapainya cita-cita bersama.
 
"Sejak pendirian Cikal di awal 1999, pelajar merdeka memang menjadi salah satu kompetensi yang ingin kami tumbuhkan pada setiap murid. Inspirasinya tentu dari tokoh-tokoh pendidikan seperti Ki Hadjar Dewantara," ujar Najelaa.
 
Baca juga:Sekolah Cikal Akhirnya Menghibahkan Merdeka Belajar untuk Kemendikbud
 
Dalam kesempatan yang sama, Mendikbud, Nadiem Makarim juga menegaskan, dalam hibah tersebut tidak ada kompensasi apapun yang diberikan Kemendikbud kepada Sekolah Cikal.
 
"Tidak ada kompensasi yang diberikan kepada Sekolah Cikal dalam bentuk apapun. Nantinya pengunaan Merdeka Belajar bisa digunakan oleh banyak pihak tanpa harus mengeluarkan kompensasi selama masih dalam kaitannya dengan pendidikan dan sesuai aturan. Jadi tidak ada kompensasi," tegas Nadiem menjawab pertanyaan wartawan.
 
Sebelumnya, Sekolah Cikal akhirnya menyatakan akan menghibahkan merek dagang Merdeka Belajar yang telah terdaftar di Kemenkumham atas namanya untuk Kemendikbud tanpa biaya kompensasi apapun.
 
Sikap ini ditegaskan Sekolah Cikal setelah persoalanMerdeka Belajaryang didaftarkan sebagai merek dagang ini menuai polemik di tengah masyarakat. Masyarakat serta pemangku kepentingan di dunia pendidikan mengaku khawatir, merek dagang milik perusahaan swasta yang kemudian digunakan sebagai nama program pemerintah ini dapat berujung pada komersialisasi pendidikan.
 
"Sekolah Cikal sudah siap untuk menghibahkan merek dagang dan jasa dari nama Merdeka Belajar kepada Kemendikbud tanpa biaya dan kompensasi apapun," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, dalam Webinar 'Merdeka Belajar', Jumat, 14 Agustus 2020.
 
Baca juga:Taman Siswa: Merdeka Belajar Milik Semua Anak Indonesia
 
NamaMerdeka Belajar telah terdaftar di Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) Kemenkumham pada 22 Mei 2020 lalu. Pendaftaran merek dagang Merdeka Belajar sudah diajukan sejak 1 Maret 2018.
 
Dalam laman PDKI itu dijelaskan jika Merdeka Belajar terdaftar sebagai penamaan untuk bimbingan kejuruan, jasa pengajaran, hingga Jasa penyelenggaraan taman belajar dan bermain. Pemilik dari nama Merdeka Belajar adalah PT Sekolah Cikal, Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif