Kemeristek/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diminta tetap fokus mengembangkan riset, terutama yang berkaitan dengan covid-19 (Foto:Shutterstock)
Kemeristek/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diminta tetap fokus mengembangkan riset, terutama yang berkaitan dengan covid-19 (Foto:Shutterstock)

Kemenristek Diminta Perhatikan Riset Covid-19 Perguruan Tinggi

Pendidikan berita dpr
Intan Yunelia • 17 Mei 2020 23:41
Jakarta: Kementerian Riset, Teknologi (Kemeristek)/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diminta untuk tetap fokus mengembangkan riset, terutama yang berkaitan dengan covid-19. Kerja sama antara perguruan tinggi dan pihak lain sangat diperlukan untuk mempercepat hasil riset.
 
“Jika riset berhenti, maka perguruan tinggi kehilangan substansinya karena riset merupakan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi,” kata Anggota Komisi X DPR RI Zainuddin Maliki, melalui keterangan tertulis, Minggu, 17 Mei 2020.
 
Sejumlah riset inovasi covid-19 telah dihasilkan perguruan tinggi dengan dana patungan. Misalnya, yang dilakukan Universitas Airlangga, Hepatika/Unram dan Universitas Gadjah Mada. Bersama konsorsium riset BPPT berhasil meluncurkan rapid test kit RI-GHA19 yang bisa digunakan untuk mendeteksi virus menggunakan antibodi IgG dan IgM yang ada di dalam darah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tim Riset dan Inovasi Covid-19 UNAIR dan ITS juga berhasil mendesain Robot RAISA (Robotic Madical Assistance) yang bisa digunakan untuk melayani pasien mengantar obat dan lainnya tanpa harus berinteraksi dekat dengan pasien. Robot RAISA ini sekarang sudah menjadi purwarupa.
 
Sementara itu, UNPAD bertindak sebagai Principle Investigator (PI) Utama dalam terapi menggunakan Pil KINA. FK-UI memiliki Mysencheme Stem Cell yakni program yang tujuannya adalah untuk mengganti jaringan paru yang sudah rusak, yang dapat mengakibatkan pasien sulit bernafas dan meninggal.
 
Saat ini, rumah sakit rujukan sangat membutuhkan ventilator untuk penanganan pasien covid-19. Kemenkes dalam sebuah laporan menyebutkan saat ini dibutuhkan 1.000 CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) Ventilator transport dan Ambubag 668. ITB Salman, UI, UGM, ITS, Unversitas Telkom bekerja sama dengan BPPT tengah melakukan pengembangan ventilator dimaksud.
 
"Tradisi riset di perguruan tinggi harus tetap diperhatikan. Riset di perguruan tinggi negeri maupun swasta menjadi tanggung jawab Kemenristek/BRIN. Terlebih saat pandemi covid-19.
 
"Jangan biarkan penanganan covid-19 berlangsung tanpa basis riset ilmu pengetahuan dan temuan teknologi," katanya.
 
"Kemendikbud tidak bisa berbuat banyak dalam upaya melakukan penguatan riset di Perguruan Tinggi. Yang bisa dilakukan hanya mengimbau dan menyemangati. Sebab, anggaran risetnya telah diambil Kemenristek/BRIN," ucap Zainuddin, menambahkan.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif