Persiapan KKI 2018 Sudah 80 Persen
jumpa Pers Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Kemendikbud/BKLM.
Jakarta:  Persiapan Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) sudah mencapai 80 persen. Proses persiapan KKI sudah dilaksanakan sejak bulan April 2018, diawali dengan fasilitasi penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD). 

Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Sri Hartini, mengatakan, animo masyarakat, khususnya generasi muda sangat untuk memeriahkan KKI.  Terlihat dari jumlah pendaftar relawan, yang mencapai ribuan orang mendaftar, sementara yang dibutuhkan hanya 100 orang. 


"Kami membuka pendaftaran peserta KKI secara onlinedan saat ini sudah terdaftar sekitar 2.300 peserta yang akan mengikuti berbagai kegiatan KKI seperti debat, pidato, kuliah umum, dan lain-lain," tutur Sri Hartini, dalam jumpa pers di Gedung A Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Senin, 3 Desember 2018.

Baca: KKI 2018 Ditarget Lahirkan Kebijakan Strategis

Dimulai pada tanggal 5 Desember, KKI akan menghadirkan beragam kegiatan menarik. Di antaranya pertunjukan seni budaya tradisi serta musik kontemporer juga akan memeriahkan jalannya kongres yang memasuki tahun ke-100 ini. Pemutaran film, serta berbagai pameran akan dibuka untuk umum. 

Selain memamerkan karya seni visual, KKI juga menghadirkan manuskrip, karya sastra, dan tradisi lisan yang hidup dan berkembang di Tanah Air. Pasar kuliner tradisional yang disiapkan panitia juga menghadirkan berbagai pangan olahan dari bahan yang berasal laut. 

"Jamu juga akan kita hadirkan di KKI sebagai salah satu hasil pengetahuan tradisional. Ini merupakan salah satu obyek pemajuan kebudayaan kita," kata Sri Hartini. 

Hal senada juga disampaikan Hilmar Farid, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud dalam kesempatan yang sama.  "Siapa bilang anak muda tidak peduli dengan kebudayaan? Bisa kita lihat dari partisipasi pendaftar untuk relawan dan peserta sangat luar biasa," ujar Hilmar.

Pada hari kelima, KKI akan dimeriahkan dengan Pawai Budaya dengan peserta dari perwakilan 34 provinsi. Pawai budaya ini diselenggarakan pada hari bebas kendaraan bermotor Jakarta, Minggu, 9 Desember 2018.

"Ini lebih tepat disebut dengan Pertunjukkan Seni Budaya Massal di jalanan. Karena akan menghadirkan 2.400 penampil. Ada juga dua ribu pesilat Tapak Suci yang ikut berpawai," jelas Hilmar Farid. 




(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id