Rektor UGM Panut Mulyono, Medcom.id/Patricia Vicka.
Rektor UGM Panut Mulyono, Medcom.id/Patricia Vicka.

Ombudsman Cecar Rektor UGM Tujuh Pertanyaan

Pendidikan pemerkosaan
Patricia Vicka • 08 Januari 2019 13:51
Yogyakarta: Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Panut Mulyono mendatangi kantor Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY di jalan Wolter Monginsidi pada Selasa 8 Januari 2018. Kehadiran rektor untuk memenuhi panggilan ORI terkait dugaan maladministrasi dalam kasus pemerkosaan.
 
Dalam pertemuan ini Panut dicecar tujuh pertanyaan oleh Kepala ORI Perwakilan DIY, Budhi Masturi. Usai pertemuan, Panut menjelaskan secara garis besar pertanyaan ORI terkait detail proses penyelesaian kasus.
 
"Ada tujuh pertanyaan. Ditanyakan prosedur penanganan dari awal sampai akhir kasus. Terutama soal kekosongan informasi proses pengumpulan fakta yang belum didapatkan ORI," jelas Panut di Yogyakarta, Selasa, 8 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya telah secara terbuka menjelaskan seluruh kronologi penyelesaian kasus sesuai pertanyaan ORI. Lantaran Informasi detail diperlukan untuk melengkapi data dan informasi sebagai pijakan ORI memberikan rekomendasi.
 
Dalam pertemuan ini, Panut didampingi oleh Wakil Rektor Kerja Sama dan Alumni Paripurna, Wakil Rektor Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Ika Dewi Ana, Direktur Pengabdian kepada Masyarakat Irfan D Prijambada, dan Kepala Hukum dan Organisasi UGM, Aminoto. Pertemuan berlangsung tertutup selama satu jam.
 
MenurutBudhi Masturi, Rektor UGM bersikap kooperatif dan memberikan jawaban detail sesuai pertanyaan yang diajukan ORI. "Pertanyaan ditekankan pada peran dan respons rektor pada penanganan kasus ini, untuk melengkapi missing puzzle informasi pada kami," katanya.
 
Rektor adalah pihak terakhir yang dimintai keterangan. Sampai saat ini ORI DIY sudah meminta keterangan dari delapan pihak UGM yakni Balairung pers, Perkumpulan Mahasiswa Kita Agni, pihak Fisipol, Fakultas Teknik, Tim Investigasi, dosen pembimbing lapangan kedua mahasiswa, DKPM, dan rektor.
 
Usai pertemuan ini pihaknya segera menganalisis dan menginvestigasi apakah ada tindakan maladministrasi pada proses penyelesaian kasus pemerkosaan. Kemudian hasil analisis tersebut akan dijadikan dasar ORI merumuskan rekomendasi.
 
Baca:Polisi Tunggu Laporan Mahasiswi UGM
 
"Hasil rekomendasi akan kami berikan pada UGM dalam waktu dekat. Bentuknya saran dan evaluasi. Seperti tindakan korektif dan penataan apa yang harus dilakukan UGM usai kasus ini terjadi," tegasnya.
 
Kasus pemerkosaan itu terungkap usai Balairung pers UGM menerbitkan tulisan berjudul Nalar Pincang UGM pada 5 November 2018. Mahasiswa berinisial H dilaporkan melakukan pelecehan seksual pada mahasiswi berinisial N
 
Laporan itu menyebutkan, pelecehan seksual terjadi saat keduanya tengah mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pulau Seram Maluku pada pertengahan 2017
 
Lalu, mahasiswi melapor ke kepolisian pada Desember 2018. Polisi lalu memproses laporan. Kini Kasus tersebut masuk ke tahap penyelidikan dan hingga kini polisi belum menetapkan tersangka.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif