Ketua Tim Kerja Perencanaan Kebutuhan dan Seleksi PPG Kemendikdasmen, Yulia Gita Fani, mengatakan wawancara menjadi kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan potensi, pengalaman, motivasi, hingga komitmen mereka terhadap profesi guru. Namun, pada tahap wawancara, asesor akan menggali lebih jauh berbagai aspek yang berkaitan dengan kesiapan peserta menjadi guru.
“Teman-teman sudah dinyatakan memenuhi standar nilai yang kami tetapkan (lolos PPG prajabatan,” kata Yulia dalam webinar persiapan wawancara seleksi PPG Prajabatan 2026, Jumat 28 Agustus 2026.
| Baca juga: Link Pengumuman Hasil Seleksi Substansi PPG Guru 2026 Hari Ini, Cek Sekarang! |
Yulia menjelaskan pada tahap wawancara ini, asesor juga akan mengevaluasio esai yang sudah ditulis. Selain itu, dalam wawancara, terdapat 8 kompetensi yang akan digali asesor. Apa saja? Simak penjelasan berikut:
8 Kompetensi Seleksi Wawancara PPG Prajabatan 2026
1. Building Collaboration
Kompetensi ini berkaitan dengan kemampuan peserta membangun hubungan kerja dan berkolaborasi dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Kemampuan bekerja sama dinilai penting bagi calon guru karena profesi tersebut tidak hanya berkaitan dengan interaksi bersama peserta didik, tetapi juga dengan sesama guru, orang tua, dan berbagai pihak di lingkungan pendidikan.
2. Continuous Learning
Peserta akan dinilai dari kemampuannya untuk terus belajar dan berkembang, menerima masukan, serta melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Artinya, calon guru diharapkan memiliki kemauan untuk terus meningkatkan kompetensi setelah menyelesaikan pendidikan profesi.
3. Coaching
Kompetensi coaching berkaitan dengan kemampuan membantu orang lain berkembang melalui komunikasi. Dalam konteks profesi guru, kemampuan tersebut dapat berkaitan dengan bagaimana calon guru berkomunikasi dan membantu peserta didik maupun orang lain untuk berkembang.
4. Effective Task Management
Aspek ini mengukur kemampuan peserta dalam mengelola berbagai tugas. Kemampuan mengatur pekerjaan menjadi salah satu hal yang perlu dimiliki calon guru, mengingat profesi guru tidak hanya berkaitan dengan kegiatan mengajar di kelas.
5. Ethical Maturity
Peserta juga akan dinilai dari kematangan dalam beretika, termasuk dalam menjaga nilai integritas dan tanggung jawab sebagai guru. Aspek ini menjadi penting karena guru memiliki tanggung jawab profesional sekaligus menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang berhubungan langsung dengan peserta didik.
| Baca juga: Jadwal Lengkap dan Tahapan PPG Calon Guru 2026, Simak di Sini! |
6. Mission Purpose
Kompetensi ini melihat sejauh mana peserta memahami tujuan, makna, dan panggilan dalam menjalani profesi sebagai calon guru. Asesor juga akan melihat keselarasan antara nilai pribadi peserta dengan misi pendidikan di Indonesia.
7. Resilience
Peserta akan dinilai dari kemampuan bertahan dan beradaptasi ketika menghadapi tantangan maupun tekanan. Yulia menyebut kemampuan untuk bangkit dan menghadapi berbagai tantangan diperlukan calon guru, baik ketika menjalani perkuliahan maupun ketika nantinya berada di satuan pendidikan.
8. Motivational Fit
Kompetensi terakhir berkaitan dengan kesesuaian antara motivasi, minat, dan dorongan pribadi peserta dengan karakteristik profesi guru. Dengan kata lain, asesor ingin melihat apakah alasan peserta memilih profesi guru memang sejalan dengan tuntutan profesi tersebut.
Yulia mengingatkan peserta tidak perlu menganggap wawancara sebagai sesuatu yang harus ditakuti. Namun, peserta tetap diminta menaati seluruh tata tertib dan menunjukkan potensi terbaiknya di hadapan asesor.
“Wawancara ini menjadi kesempatan emas yang harus bisa dimanfaatkan dengan baik. Tunjukkan potensi terbaik untuk meyakinkan para asesor bahwa teman-teman memang berhak menjadi calon guru,” ujarnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda