Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, menerima penghargaan gelar Kehormatan Doktor Honoris Causa dari UNY. Dokumentasi UNY
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, menerima penghargaan gelar Kehormatan Doktor Honoris Causa dari UNY. Dokumentasi UNY

Kepala BKKBN Terima Gelar Honoris Causa dari UNY

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 02 Agustus 2020 11:29
Jakarta: Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, menerima penghargaan gelar Kehormatan Doktor Honoris Causa dalam bidang teknologi dan pembersayaan masyarakat vokasional dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Pemberian gelar kehormatan ini digelar di Auditorium UNY, Yogyakarta, Sabtu 1 Agustus 2020.
 
Rektor UNY Sutrisna Wibawa menyampaikan, pengakuan akademik ini menjadi amanah bagi Kepala BKKBN untuk terus berdedikasi dan berkomitmen dalam pengembangan masyarakat vokasional berbasis teknologi unggul.
 
"Praksis penerapan teknologi dan ilmu pengetahuan untuk pembangunan, layaknya sudah dilakukan Hasto Wardoyo, harus terus dikuatkan, ditularkan, dan senantiasa dikembangkan sehingga bermanfaat untuk pemberdayaan masyarakat," Sutrisna dalam siaran pers yang diterima Medcom.id, Sabtu, 1 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sutrisna berharap dengan penganugerahan akademik itu, ilmu vokasi juga dapat berkembang lebih luas dengan melibatkan multi disiplin dan komponen pemerintahan. Selain itu, terus berkembang dan relevan untuk pembangunan masyarakat.
 
"Pak Hasto adalah satu tokoh langka yang selama kepemimpinannya selalu menggunakan data dan teknologi sebagai acuan pengambilan kebijakan," ujarnya.
 
Baca:Mendes Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari UNY
 
Dalam orasinya ilmiah bertajuk 'Peran Pendidikan Vokasional untuk Mewujudkan Kemandirian di Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Kulon Progo', Hasto menyampaikan bagaimana menyinergikan bidang akademik vokasional dan pemberdayaan masyarakat. Ketika menjabat sebagai Bupati Kulon Progo, ia menghadirkan pendidikan vokasi di masyarakat.
 
"Promovendus menggerakan masyarakat dan meningkatkan taraf hidup masyarakat sebagai dorongan ideologis. Terutama dalam bidang vokasional serta kemampuan kreativitas dan inovasinya," jelas Hasto.
 
Ia menyampaikan pendidikan vokasi mempunyai peran strategis, bukan sebatas magang, melainkan pendampingan terpadu. Lulusan vokasi sudah semestinya punya keterampilan, kompetensi, dan karakter soft skills yang mumpuni. "Mengembangkan karier lulusan harus berbasis kompetensi,” ucap Hasto.
 
Sementara itu, Mohammad Bruri Triyono dan Marsigit, selaku promotor, menganggap posisi Dokter Hasto manakala menjabat sebagai Bupati Kulon Progo selama dua periode (2011-2019) sangat strategis. Hasto dinilai mampu menunjukan keberpihakan pada ekonomi Pancasila.
 

(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif