Pengamat Pendidikan dari Center of Education Regulations and Development Analysis (Cerdas), Indra Charismiadji. Foto:  Medcom.id/Citra Larasati
Pengamat Pendidikan dari Center of Education Regulations and Development Analysis (Cerdas), Indra Charismiadji. Foto: Medcom.id/Citra Larasati

Pengamat Pendidikan Usulkan Nadiem Kelola Sekolah Cara Amerika

Pendidikan Kebijakan pendidikan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 10 Februari 2020 10:28
Jakarta: Pengamat Pendidikan dari Center of Education Regulations and Development Analysis (Cerdas), Indra Charismiadji mengusulkan pendidikan tetap diotonomikan. Hanya saja dalam pelaksananya harus diubah, tidak lagi dari unsur birokrasi atau Dinas Pendidikan tapi secara independen dengan membentuk Dewan Persekolahan Daerah.
 
Menurut Indra, hal tersebut tidak perlu mengubah Undang-Undang Otonomi Daerah (Otda), karena letak Dewan tersebut bersifat Independen. "Ada bagusnya pendidikan tetap diotonomikan. Jadi kita tidak mengubah undang-undang Otda. Tapi, letaknya bukan di birokrasi, Jadi bukan dinas pendidikan pelaksananya. Tapi, buatlah misalnya Dewan Persekolahan Daerah," terang Indra kepada wartawan usai pertemuan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Jakarta, Jumat, 7 Februari 2020.
 
Dewan Persekolahan Daerah ini kata Indra juga diterapkan di Amerika Serikat. Di negeri paman sam tersebut sistem ini dikenal dengan School District setingkat kabupaten/kota di Indonesia dan tugasnya mengelola sekolah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan adanya Dewan ini, maka penataan pendidikan tidak akan terpengaruh oleh birokrasi politik. "Kayak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)-lah, KPK kan lembaga pemerintah tapi bukan lembaga birokrat. Terlepas dari penyelenggaraan sekarang yang rentan terpengaruh politik, tapi desain itu artinya pendidikan bisa lepas dari politik. Karena beliau juga lulusan Amerika kan, jadi kita ngomongnya nyambung," terang Indra.
 
Nantinya, kata Indra, susunan Dewan tersebut akan berisikan perwakilan dari Kemendikbud, Gubernur, dan kabupaten/kota juga masyarakat. "Tapi menjadi satu tim. Dan mereka bukan di bawah birokrat. Mereka di bawah siapa nanti school board-nya ini. Itu ide saya tadi," ungkapnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif