Akbar Ghifari adalah mahasiswa berprestasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diwisuda pada Wisuda April ITB 2022 (Foto:Dok.ITB)
Akbar Ghifari adalah mahasiswa berprestasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diwisuda pada Wisuda April ITB 2022 (Foto:Dok.ITB)

Berkenalan dengan Akbar Ghifari, Awardee TEMASEK dengan Performa Gemilang

Pendidikan ITB Mahasiswa
Rosa Anggreati • 09 Mei 2022 15:32
Bandung: Akbar Ghifari adalah mahasiswa berprestasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diwisuda pada Wisuda April ITB 2022. 
 
Akbar menuturkan lebih menyukai mata kuliah dasar pemrograman daripada pengantar analisis rangkaian. Oleh karena itu, pada saat Tahap Persiapan Bersama (TPB) Akbar memutuskan untuk mengambil jurusan Sistem Teknologi Informasi ((STEI). 
 
"Saya ingin membuat inovasi dari suatu teknologi yang sudah diciptakan agar dapat menghasilkan value yang lebih sehingga lebih berguna untuk kehidupan kita," tuturnya. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama berkuliah di ITB, Akbar berkesempatan menjadi awardee TEMASEK Scholarship dari program NUS Summer Enterprise in Entrepreneurship 2021. 
 
Akbar menceritakan mengambil ekstensi karena butuh waktu di birokrasi dan diberi amanat di kabinet KM ITB, sehingga ia berusaha memanfaatkan waktu dengan baik dengan cara mengambil full courses. Awalnya ia dan teman-temannya mengikuti hackathon membuat aplikasi algoritma sortir rumah sakit untuk mempercepat penanganan pasien covid-19. Hasil essay dari hackaton competition tersebut digunakan untuk mendaftar TEMASEK dan akhirnya diterima. 
 
Berkenalan dengan Akbar Ghifari, Awardee TEMASEK dengan Performa Gemilang"Selama mengikuti program ini saya merasa senang bisa bertemu dengan teman dari berbagai negara dan juga dosen yang expert di bidangnya dan cara mengajarnya yang unik dan tidak membosankan," katanya. 
 
Tak hanya itu, Akbar juga merupakan awardee Young Leaders for Indonesia by McKinsey. Berlatar belakang senang berorganisasi sejak SMA, Akbar bertekad melanjutkan kesukaannya tersebut saat kuliah. Selama berkuliah di ITB ia diamanahkan untuk menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Informatika ITB kemudian menjadi Menteri Pengembangan Karakter TPB. 
 
"Dengan memimpin suatu organisasi dengan visi yang jelas, maka akan terdapat value yang dapat dirasakan. Seperti saat saya dan teman-teman menginisiasi pembuatan buku 'Codemy' untuk mahasiswa TPB agar memudahkan mereka dalam belajar pengenalan komputasi. Hal yang sama saya rasakan saat bergabung dengan YLI di mana saya bisa belajar cara menyelesaikan suatu masalah," ucapnya.
 
Selama berkuliah di ITB, Akbar sering mengikuti case competition. Rupanya hal ini bukan tanpa alasan. Akbar mengungkap bahwa dengan mengikuti case competition, ia dapat mengasah kemampuan problem solving dan kemampuan berpikir secara kritis. Dengan mengikuti case competition, ia merasa dapat mempertemukan dari dua akar yakni pengetahuan secara teoretis dan penerapannya yang nantinya akan dirasakan oleh manusia. 
 
Akbar sangat kagum dan terinspirasi dengan kultur atau kebiasaan dari partisipan lain yang sangat memperhatikan detail dan proaktif saat kegiatan diskusi atau seminar berlangsung. 
 
Akbar membagikan tipsnya kepada mahasiswa lain agar tidak ragu untuk mencari informasi mengenai perlombaan di dalam maupun diluar lingkungan kampus serta mengikuti case competition, seminar, atau jenis perlombaan yang lain. 
 
"Selain belajar mengenai materi secara teoretis, mengikuti perlombaan juga dapat meningkatkan wawasan dan membuka pandangan diri yang dapat digunakan untuk meningkatkan skill atau kualitas diri," katanya.
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif