Berita Tentang Kondisi Guru Dianggap Mempengaruhi Isu Pendidikan

Husen Miftahudin 10 Januari 2018 19:52 WIB
pendidikan
Berita Tentang Kondisi Guru Dianggap Mempengaruhi Isu Pendidikan
Ilustrasi pendidikan, Medcom.id - Rakhmat Riyandi
Jakarta:Profesi guru sering dipicingkan oleh generasi milenial. Tak ayal minat siswa terhadap profesi sang pahlawan tanpa tanda jasa itu selalu menjadi pilihan terakhir bagi generasi masa kini.

Berdasarkan penelitian The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2007, minat siswa Indonesia terhadap profesi guru (vocasional) hanya 11 persen. Mayoritas siswa justru berminat pada pekerjaan-pekerjaan profesional (47 persen).


Dekan Fakultas Pendidikan Sampoerna University Nisa Felicia menganggap rendahnya minat siswa terhadap profesi guru lantaran citranya yang semakin negatif. Ini akibat maraknya pemberitaan yang hanya mengangkat sisi negatif pendidikan.

"Berita-berita tentang guru yang bisa membangun sesuatu itu hampir tertutup sama isu-isu pendidikan lain yang lebih pesimistis," ujar Nisa saat berbincang dengan Medcom.id, Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018.

Maka itu, menurutnya, perlu peningkatan kualitas pendidikan guru. Para guru harus punya sistem ajar yang lebih inovatif agar anak murid punya keinginan untuk menjadi seorang guru.

"Guru ini harus do something more, imagenya harus berubah. Nah pendidikan guru harus diangkat terus agar imagenya tidak jelek," tuturnya.

Sistem ajar para guru juga harus diubah. Dari yang selama ini berorientasi pada teacher centered menjadi student centered.

Kata Nisa, student centered mengedepankan pemikiran kritis anak didik. Selama ini sistem pendidikan yang ada dianggap hanya belajar, mencatat, dan menghapal. Kondisi itu yang membuat kekritisan anak didik rendah.

"Guru harus mengubah strategi pendidikannya dengan teknologi yang ada saat ini agar cara berpikir anak didik menjadi lebih kritis," pungkasnya.




(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id