Diskusi bertema Eksistensi Santri untuk Perdamaian Dunia. Foto:  Kemenag/Dok. Humas
Diskusi bertema Eksistensi Santri untuk Perdamaian Dunia. Foto: Kemenag/Dok. Humas

Diplomasi Santri Wujudkan Perdamaian Dunia

Pendidikan pesantren
Intan Yunelia • 30 September 2019 20:13
Jakarta: Peran dan kiprah santri dalam mewujdukan perdamaian dunia dapat dimulai melalui santri yang berpola pikir global. Hal ini bisa dimulai dengan melibatkan figur ulama dalam pengembangan standarisasi kurikulum yang berisi penguatan materi perdamaian dunia.
 
“Upaya lainnya bisa dilakukan melalui pengembangan kultur pesantren yang jauh dari kekerasan, membuka kesempatan bagi lulusan pesantren go internasional misal lewat penugasan atau beasiswa ke luar negeri, pengembangan jaringan dan dialog lintas negara untuk penyelesaian masalah perdamaian dunia,” kata Sekertaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’thi dalam siaran pers yang diterima Medcom.id, Senin, 30 September 2019.
 
Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang selalu menjaga netralitas dan tidak berpihak. Indonesia saat ini juga tercatat sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020. Posisi ini menyebabkan Indonesia sering diminta sebagai mediator untuk terlibat dalam perdamaian dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Staf ahli Kementerian Luar Negeri Teuku Faizahsyah mengatakan dalam mengoptimalkan peran di pentas dunia, Indonesia membutuhkan tokoh agama yang memiliki jaringan luas, dan jaringan santri sangat luas, termasuk hingga di luar negeri.
 
"Indonesia mewakili citra Islam moderat, santri menjadi agen perdamaian dunia. Jaringan santri dan kiprah santri merupakan aset negara menjalankan amanat negara, menciptakan perdamaian dunia,” ujar Teuku.
 
Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin menjelaskan, bahwa bahasan Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia bertujuan memperkokoh posisi Indonesia sebagai negara muslim moderat terbesar di dunia yang berkontribusi positif bagi perdamaian dunia. "Ini sekaligus untuk menghapus stigma pendidikan Islam sebagai sumber pemahaman esktrimisme dan radikalisme," jelasnya.
 
Melalui pemikiran-pemikiran yang nantinya dirumuskan dalamMuktamar Pemikiran Santri Nusantara (MPSN), Kamaruddin berharap santri terdorong untuk lebih berkiprah di kancah internasional dan berkontribusi mewujudkan perdamaian dunia. "Indonesia dengan segala keberagamannya menjadi model moderasi Islam, sehingga perdamaian yang hakiki terwujud di belahan dunia manapun," tandasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif