Pengukuhan Guru Besar UB. Foto:  Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
Pengukuhan Guru Besar UB. Foto: Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

UB Kukuhkan Dua Profesor dari Fakultas MIPA

Pendidikan Guru Besar
Daviq Umar Al Faruq • 30 Oktober 2019 19:15
Malang: Universitas Brawijaya (UB) kembali mengukuhkan dua profesor dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Kedua guru besar tersebut adalah Drs. Arinto Yudi Ponco Wardoyo MSc PhD dan Sukir Maryanto SSi MSi PhD.
 
Arinto merupakan profesor ke-19 di FMIPA dan ke 249 di UB. Dia merupakan profesor bidang Ilmu Fisika Lingkungan. Sedangkan, Sukir adalah profesor ke-20 di FMIPA dan ke 250 di UB. Sukir merupakan profesor dalam bidang Ilmu Vulkanologi dan Geothermal.
 
Dalam orasi ilmiahnya, Arinto mengangkat judul Pembakaran Biomassa: Emisi Partikulat Dan Dampak Kesehatan. Dia menjelaskan, tentang dampak pembakaran biomasa bagi tubuh di hadapan Rektor dan Senat UB, Rabu, 30 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pembakaran biomasa yang berupa kebakaran hutan, pembakaran sisa hasil pertanian, pembakaran kayu, dan pembakaran sampah biomassa yang saat ini semakin marak di berbagai belahan dunia, ternyata berakibat buruk bagi tubuh," katanya.
 
Partikulat atau padatan dan cairan yang tersuspensi di udara dan gas hasil dari pembakaran dari pembakaran biomassa jika terserap ke dalam tubuh menyebabkan terjadinya kerusakan sel pada organ. Antara lain paru-paru, darah merah, ginjal, dan hati.
 
"Tingkat kerusakan organ berbanding lurus dengan dosis konsentrasi partikulat. Semakin besar dosis konsentrasi partikulat yang diberikan, maka semakin besar kerusakan pada organ," ungkapnya.
 
Sementara itu, Sukir menjelaskan, tentang potensi geothermal Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Pengembangan Sistem Monitoring Terintegrasi Untuk Mitigasi dan Eksplorasi Volcano Hosted Geothermal.
 
Potensi Geothermal menurut Sukir bisa digunakan sebagai salah satu sumber energi. Penggunaan energi geothermal pada umumnya dibedakan dalam dua kategori, yakni penggunaan secara langsung (direct use) dan penggunaan secara tidak langsung (indirect use).
 
"Pemanfaatan Langsung adalah kegiatan pengusahaan pemanfaatan panas bumi secara langsung tanpa melakukan proses pengubahan dari energi panas dan atau fluida menjadi jenis energi lain untuk keperluan nonlistrik," katanya.
 
Pemanfaatan energi geothermal secara langsung hanya dapat dilakukan di dekat lokasi terdapatnya sumber panas bumi. Pemakaian langsung energi geothermal secara sangat sederhana (misalnya untuk memasak, pengobatan, serta ritual).
 
Di Jawa Timur, terdapat beberapa tempat wisata pemandian air panas yang merupakan manifestasi dari energi geothermal. Selain dimanfaatkan pada sektor pariwisata, energi geothermal juga dapat dimanfaatkan pada bidang industri.
 
"Sebagai contoh perusahaan yang dapat memanfaatkan energi geothermal adalah perusahaan kertas dapat memanfaatkan uap yang disuplai dari sumur-sumur geothermal," bebernya.
 
Uap dipakai untuk mengeringkan dan memasak potongan kayu (bahan kertas), untuk menggerakkan mesin pencetak kertas, dan untuk meningkatkan evaporasi black liquar. Selain perusahaan kertas, energi geothermal dipakai dalam proses pengeringan pada industri cat, semen, proses ekstraksi pada industri bahan-bahan kimia serta pada industri makanan awetan.
 
Untuk pemanfaatan geothermal secara tidak langsung, dapat digunakan untuk sumber pembangkit tenaga listrik. Sukir menambahkan, potensi geothermal di Indonesia sekitar 40 persen, sehingga tidak hanya perlu dieksplorasi tapi juga dimonitor untuk migasi bencananya, agar pemanfaatan energi geothermalnya menjadi lebih terjamin keamanan dan keberlanjutannya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif