Pemeriksaan BPK Didorong Jawab Tantangan 4.0

Harry Azhar Azis Jadi Guru Besar Unair

Intan Yunelia 26 November 2018 14:57 WIB
Guru Besar
Harry Azhar Azis Jadi Guru Besar Unair
Upacara pengukuhan Prof. Harry Azhar Azis, M.A., Ph.D sebagai Guru Besar Unair, Kemenristekdikti/Humas.
Jakarta:  Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Harry Azhar Azis dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Airlangga (Unair). Harry dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Ekonomi, Spesialisasi Audit Keuangan Negara  pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir turut hadir dalam upacara pengukuhan Prof. Harry Azhar Azis, M.A., Ph.D sebagai Guru Besar Unair. Nasir berharap agar pengukuhan ini dapat membawa energi positif bagi pengelolaan keuangan negara untuk kesejahteraan rakyat.


Menristekdikti mengatakan BPK perlu didorong untuk melakukan terobosan dalam melakukan pemeriksaan. Proses pemeriksaan saat ini masih fokus pada proses dan aspek administratif. 

"BPK  diharapkan dapat membuat inovasi dalam melakukan pemeriksaan sesuai dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0. Pemeriksaan lebih substansial terhadap outputyang dihasilkan bukan hanya terhadap proses dan administrasi,” tutur mantan rektor terpilih Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini, usai pengukuhan guru besar di Unair, Surabaya, Senin, 26 November 2018.

Dalam Upacara Pengukuhan ini Harry membacakan pidato pengukuhan yang berjudul Pemeriksaan Keuangan Negara: Upaya Mewujudkan Pengelolaan Keuangan Negara untuk Kesejahteraan Rakyat. Dalam pidatonya, Harry menekankan bahwa terdapat tiga prinsip penting dalam pengelolaan keuangan negara, yaitu transparansi, bertanggung jawab, dan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

“Prinsip ketiga, sebesar-besarnya kemakmuran rakyat menjelaskan UUD kita, khususnya setelah reformasi, menganut paham optimalisasi dalam pengelolaan uang negara," ujar Harry seperti dikutip dalam siaran pers.

Artinya, tiap rupiah uang negara yang dikelola harus bisa menghasilkan kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya.  Lebih jauh Harry menambahkan, Negara tidak membolehkan pengelolaan keuangan negara yang asal-asalan apalagi diselewengkan.

Baca: Guru Besar Jadi Saksi Ahli Harus Dilindungi

Semua rupiah yang masuk, seperti pajak, jenis apa dan berapa besarnya tidak boleh dibelanjakan kecuali dengan pertimbangan untuk kemakmuran rakyat.

Sidang  Universitas Airlangga dipimpin oleh Rektor Unair Mohammad Nasih. Rektor Unair mengatakan, bahwa pengukuhan Harry sebagai Guru Besar Unair telah melalui proses yang panjang.  Harry telah menjadi dosen tidak tetap di Unair selama tiga tahun, yakni di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

"Menurut hemat kami, Prof. Harry memiliki gagasan yang melebihi zamannya. Ketika pemeriksaan masih berkutat pada hal administratif,  Prof. Harry mengeluarkan gagasan yang menarik yakni mengaitkan pemeriksaan dengan tingkat kesejahteraan masyarakatnya," ujar Nasih.

Upacara pengukuhan dilaksanakan di Aula Garuda Mukti Unair, Surabaya.  Sidang Universitas Airlangga ini turut dihadiri Ketua Majelis Wali Amanat Unair, Ketua Senat Akademik Unair, Wakil Ketua DPD RI, Wakil Ketua BPK RI, Anggota BPK RI, Komisi Yudisial, Ketua OJK, Anggota DPR RI, Gubernur NTB, Gubernur Gorontalo dan tamu undangan lainnya.




(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id