Jangan Bawa Pandangan Politik dan Ideologi Pribadi ke Kelas

Intan Yunelia 21 Mei 2018 17:40 WIB
radikalisme
Jangan Bawa Pandangan Politik dan Ideologi Pribadi ke Kelas
Simulasi proses belajar mengajar di kelas dengan memanfaatkan Teknologi Informatika dan Komputer. Foto: Medcom.id/Citra Larasati
Jakarta:Ruang kegiatan belajar mengajar di kelas harus bebas dari ajaran-ajaran di luar isi materi pelajaran. Dari itu guru pun diminta tidak membawa-bawa pandangan politik dan ideologi pribadinya ke dalam kelas.  

"Guru mengajar, sambil menjelaskan materi kemudian menyisipkan pilihan-pilihan politik dan ideologi," ujar Sekretaris Jenderal FSGI Heru Purnomo di Jakarta, Senin 21 Mei 2018.


Guru diminta tak mengomentari pandangan politik pribadinya di dalam kelas. Seperti preferensi pilihan calon presiden ataupun mengomentari isu terkini yang bukan "makanan" anak usia sekolah.

"Termasuk pandangan pribadi terkait aksi terorisme yang terjadi bahwa ini adalah pengalihan isu atau mendukung konsep negara khilafah, bahkan bersimpati terhadap ISIS itu tidak boleh di bawa ke kelas," terang Heru.

Penegasan ini disampaikan Heru, menanggapi banyaknya fakta tersebut masih sering ditemukan di sejumlah sekolah. "Mereka menyampaikan terang-terangan di depan siswa," tutur Heru.

Guru Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) di SMPN 106 Jakarta ini menyatakan guru harus bisa memisahkan kepentingan pedagogis dengan preferensi politis dan ideologisnya.

"Apalagi ketika berhadapan dengan siswa di jenjang SMA/MA/SMK yang umumnya sudah punya hak pilih dalam Pilkada/Pemilu. Ini sangat berbahaya, guru bukannya mengajar, tapi berkampanye di ruang kelas," ujar Heru.

Kepala sekolah mempunyai kewajiban untuk mengecek dan mengawasi apa yang disampaikan  guru mengajar di kelas. Apakah sudah sesuai dengan aturan atau malah menyimpang.

"Ini sebenarnya sudah tugas pokok kepala sekolah, melakukan pemantauan, penilaian dan evaluasi terhadap proses pembelajaran dan aktivitas pedagogis guru," tutup Heru.
 



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id