Sekretaris Badan Kebijakan Pendidikan Dasar Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Muhammad Yusro mengatakan TKA merupakan asesmen standar nasional yang mengukur capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu sesuai kurikulum yang berlaku. Menurut dia, TKA dihadirkan untuk menyediakan informasi capaian individu yang lebih objektif dan dapat dibandingkan secara adil.
TKA kata dia bisa menjadi cermin murid. Namun, Yusro menegaskan hasil TKA tidak dimaksudkan untuk memberi cap tertentu kepada murid maupun sekolah.
"Hasil asesmen digunakan bukan untuk memberikan label kepada murid atau sekolah, melainkan untuk memetakan kekuatan dan kebutuhan belajar serta memperbaiki kualitas pembelajaran secara lebih presisi," kata Yusro dalam webinar Sapa Pendidikan, Kamis, 27 Agustus 2026.
| Baca juga:
|
Ia menyampaikan manfaat TKA mulai terlihat dari tingginya partisipasi murid dalam pelaksanaan asesmen pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pada pelaksanaan TKA SD dan SMP 2026, sekitar 8,7 juta dari 8,8 juta murid terdaftar mengikuti jadwal utama asesmen. Jumlah tersebut setara dengan 98,12 persen peserta terdaftar.
Tingginya partisipasi tersebut, menurut pemerintah, menjadi bagian dari upaya memperoleh gambaran capaian akademik murid secara lebih luas. Yusro meminta siswa tidak memandang TKA sebagai perlombaan untuk menentukan siapa yang lebih unggul dibandingkan peserta lainnya.
"TKA bukan perlombaan untuk memberi label melainkan kesempatan untuk menunjukkan capaian akademik dan mengenai hal-hal yang masih perlu diperkuat," ujarnya.
Ia juga berpesan kepada para murid agar memilih mata pelajaran dengan pertimbangan matang dan mempersiapkan diri secara jujur. Siswa juga diminta menggunakan sumber belajar serta bahan latihan resmi dalam mempersiapkan diri menghadapi TKA.
Adapun, TKA bersifat tidak wajib, tidak dipungut biaya, dan bukan menjadi penentu kelulusan murid. Kelulusan tetap ditetapkan oleh satuan pendidikan.
| Baca juga: 4 Kategori Nilai TKA Bahasa Indonesia! Kamu Masuk yang Mana? |
Meski demikian, hasil TKA dapat digunakan untuk sejumlah kepentingan akademik. Salah satunya sebagai validator nilai rapor dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Hasil asesmen tersebut juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam seleksi mandiri perguruan tinggi sesuai kebijakan masing-masing kampus serta kepentingan seleksi akademik lainnya. Yusro menekankan TKA pada akhirnya diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih objektif mengenai capaian murid.
"Jadi TKA dapat digunakan untuk mengetahui kekuatan akademik sekaligus area pembelajaran yang masih perlu diperkuat," tutup dia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda