Plt. Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek, Nizam. Foto: Zoom
Plt. Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek, Nizam. Foto: Zoom

Kemendikbudristek: Kampus dan Satgas PPKS Harus Cepat Tangani Laporan Kekerasan Seksual

Pendidikan Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi kekerasan seksual Permendikbud PPKS Permendikbud Pencegahan Kekerasan Seksual
Ilham Pratama Putra • 07 Desember 2021 15:19
Jakarta:  Plt. Dirjen Diktiristek Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nizam meminta agar penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus direspons dan dituntaskan secara cepat.  Menyusul bermunculannya sejumlah kasus kekerasan seksual pascaterbitnya Permendikbudristek PPKS beberapa waktu lalu. 
 
"Harapan kita, tentunya secepatnya ya," ujar Nizam kepada Medcom.id, Selasa. 7 Desember 2021.
 
Namun pihaknya tak bisa mematok tenggat waktu secara baku untuk penanganan kekerasan seksual tersebut.  Sebab, tiap kasus kekerasan seksual di kampus bakal memiliki perbedaan penanganan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tentunya antarkasus berbeda penanganannya, jadi sulit dibakukan," lanjutnya.
 
Namun yang terpenting, kata Nizam, pihak kampus dan satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) serta pihak terkait bisa melakukan sinergi dan gerak cepat dalam mengusut masalah kekerasan seksual. "Agar permasalahan cepat selesai, korban tidak menjadi korban untuk kedua hingga ketiga kali," tutup Nizam.
 
Baca juga:  Kasus Mahasiswa Bunuh Diri, Kemendikbudristek: Serahkan ke Ranah Hukum
 
Sebelumnya, Mendikbudristek Nadiem Makarim meminta pimpinan perguruan tinggi membentuk satgas PPKS di lingkungan kampus. Satgas, kata dia, akan memimpin edukasi tentang pencegahan kekerasan seksual dan menangani laporan.
 
Satgas memiliki kewenangan untuk berkolaborasi dengan pihak eksternal dan internal. Independensi Satgas dalam menjaga kerahasiaan identitas pihak terkait dalam pelaporan juga menjadi hal wajib dalam pelaksanaan program.
 
"Satgas ini adalah komponen mahasiswa, sivitas akademika, dosen dan lain-lain (pihak eksternal). Jadi harus gotong-royong dan representatif Satgasnya dari masyarakat di kampus," tutur Nadiem dalam konferensi pers daring Merdeka Belajar episode 14: Kampus Merdeka dari Kekerasan Seksual, Jumat 12 November 2021.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif