Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Anggaran Matching Fund Naik Jadi Rp1,5 T, Kemendikbudristek Tantang Kampus Lakukan Ini

Pendidikan Pendidikan Tinggi Anggaran Pendidikan Kampus Merdeka Merdeka Belajar Perguruan Tinggi Matching fund
Citra Larasati • 23 Oktober 2021 14:58
Jakarta:  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan menaikkan anggaran untuk program Matching Fund menjadi Rp1,5 triliun di 2022.  Sebelumnya, anggaran untuk program tersebut hanya Rp250 miliar di tahun ini.
 
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), Kemendikbudristek, Paristiyanti Nurwardani mengatakan, Mendikbudristek Nadiem Makarim akan menaikan anggaran yang masuk dalam Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) itu menjadi Rp1,5 triliun di tahun depan. 
 
Program Matching fund merupakan pendanaan yang disiapkan bagi perguruan tinggi yang berhasil melakukan kolaborasi dan kemitraan dengan industri dan membangun inovasi yang berdampak bagi masyarakat luas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Paris, Nadiem telah melakukan komunikasi intensif dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani terkait penambahan anggaran program ini.  Kenaikan anggaran ini pun telah mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
 
Untuk itu, Paris meminta kepada perguruan tinggi untuk dapat membuktikan pengembangan kerja samanya dengan industri. "Kami mohon kepada insan dikti yang dapat program Matching Fund, buktikan bahwa bapak dan ibu melakukan pengembangan ekosistem kerja sama yang baru dan profitable," kata Paris.
 
Menurut Paris, peningkatan anggaran ini tak lepas dari hasil evaluasi program Matching Fund yang menggembirakan.  Program ini, kata Paris, mendapat respons positif dari kalangan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).  Pihak industri pun semakin bergairah untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi melalui platform Kedaireka.
 
Seperti diberitakan di kanal Pendidikan Medcom.id, Kedaireka merupakan sebuah rumah virtual yang mewadahi perguruan tinggi dan industri dalam melakukan kerja sama serta hilirisasi produk-produk inovasi atau jasa baru.  Kehadiran Kedaireka ini memberi dukungan penuh terhadap inovasi anak bangsa dalam menciptakan produk maupun jasa baru yang dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, terutama pascapandemi covid-19.
 
Baca juga:  6 Bidang Ilmu Unair Masuk Pemeringkatan THE WUR by Subject 2022
 
Paris mengungkapkan, bahwa anggaran program Matching Fund di 2021 sebesar Rp250 miliar ini telah diminati oleh 1.200 industri.  “Jadi sebenarnya persiapan 2022 yang mungkin kita akan memberikan lebih banyak lagi Matching Fund kepada insan perguruan tinggi," terang Paris
 
Namun dengan anggaran tersebut, hanya 427 proposal yang dipilih. Ia berharap, dengan bertambahnya anggaran, dapat memperbanyak jumlah proporsal kemitraan yang dapat didanai.
 
Tidak hanya Matching Fund, program PKKM lainnya seperti Competitive Fund juga akan mengalami kenaikan anggaran. Dukungan dana ini bertujuan untuk mendorong perguruan tinggi melakukan akselerasi mencapai 8 Indikator Kinerja Utama (IKU) itu, dibiayai sebanyak Rp 500 miliar.
 
Tahun depan, angkanya meningkat hingga Rp 2,1 triliun.  Menurut Paris, kemungkinan besar akan diberikan berbagai macam akselerasi untuk implementasi Kampus Mengajar dan program magang, serta studi banding bersertifikat khusus dengan dunia digital.
 
Sebelumnya, delapan IKU tersebut adalah Lulusan Mendapatkan Pekerjaan yang Layak, Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus, Dosen Berkegiatan di Luar Kampus, Praktisi Pengajar di Kampus, Hasil Kerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat, Program Studi Bekerja sama dengan Mitra Kelas Dunia, Kelas yang Kolaboratif dan Partisipatif, dan Program Studi Berstandar Internasional.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif