Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti. Zoom
Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti. Zoom

KPAI Minta Pemerintah Sediakan ICU Khusus Anak Pasien Covid-19

Pendidikan kpai Virus Korona pengeroyokan pelajar covid-19
Arga sumantri • 21 Juni 2021 17:47
Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah pusat maupun daerah menuediakan fasilitasi ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Intensive Care Unit (ICU) khusus anak-anak yang terpapar virus korona (covid-19). Ketersedian NICU dan ICU khusus anak pasien covid-19 dinilai mendesak.
 
"Ketiadaan ruang ICU dan NICU di berbagai daerah di Indonesia mengakibatkan pasien usia anak  yang positif covid-19 sulit diselamatkan ketika kondisinya kritis," kata Komisioner KPAI bidang pendidikan, Retno Listyarti, melalui keterangan tertulis, Senin, 21 Juni 2021.
 
KPAI juga mendorong agar kebijakan membuka sekolah tatap muka di Indonesia tidak diseragamkan. Misalnya, untuk daerah-daerah dengan positivity rate di bawah 5 persen, KPAI mendorong sekolah tatap muka bisa dibuka dengan pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di wilayah-wilayah  kepulauan kecil  yang sulit sinyal justru kami sarankan dibuka dengan ketentuan yang sama sebagaimana disebutkan Presiden Jokowi, PTM hanya 2 jam, siswa yang hadir hanya 25 persen dan hanya 1-2 kali seminggu," ujar Retno.
 
Baca: PTM Terbatas Madrasah, Kurikulum Darurat Hingga SOP Pembelajaran Disiapkan
 
Sesuai Konvensi Hak Anak, kata dia, pemerintah harus mengutamakan hak hidup, sehat, dan hak pendidikan nomor. Bagi Retno, ketertinggalan materi pelajaran masih bisa dikejar. 
 
"Kalau anaknya sudah dipinterin terus sakit dan meninggal, kan sia-sia. Apalagi angka anak Indonesia yg meninggal karena covid-19, menurut data IDAI angkanya sudah tertinggi di dunia," ungkapnya.
 
Retno memaparkan, belakangan anak-anak yang terinfeksi covid-19 juga sangat tinggi, mencapai 12,5 persen. Ketiadaan ruang ICU bagi pasien covid usia anak mengakibatkan banyak anak meninggal akibat covid, sehingga angka kematian anak  akibat covid-19 di Indonesia sudah tertinggi di dunia. 
 
Satgas Covid-19 mencatat kasus konfirmasi positif secara nasional bertambah 13.737 pada Minggu, 20 Juni 2021. Total kasus positif Covid-19 di Indonesia pun menjadi 1.989.909 kasus.
 
Baca: KPAI Usulkan Uji Coba PTM Dihentikan dan Pembukaan Sekolah Ditunda
 
"Dari angka tersebut, 12,5 persen yang terinfeksi covid-19 adalah usia anak. Adapun angka kematian anak akibat covid-19 di Indonesia sudah tertinggi di dunia, padahal sekolah tatap muka belum mulai di buka secara serentak," ungkapnya.
 
Ia menambahkan, angka keterisian tempat tidur atau BOR di rumah sakit juga kritis. BOR di sejumlah provinsi Pulau Jawa berada di atas ambang batas WHO sebesar 60 persen. 
 
Seperti Jakarta telah mencapai 84 persen, Jawa Barat 81 persen, Banten 79 persen, Jawa Tengah 79 persen, dan Yogyakarta 74 persen. Sementara di Wisma Atlet, sisa tempat tidur untuk pasien covid-19 sebanyak 1.352 unit dari total 7.394.
 
Ia menyebut, ada sepuluh provinsi di Indonesia dengan prevalensi tertinggi, per 20 Juni 2021, yaitu DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, D.I Yogjakarta, Bangka Belitung, Bali, Kepulauan Riau, Papua Barat, Riau, dan Sumatra Barat. DKI Jakarta mencatat jumlah tertinggi sebanyak 5.582 kasus.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif