Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Kemendikbud Bakal Tegur Kampus Terkait Perpeloncoan di Ospek Daring

Pendidikan Pendidikan Tinggi Penerimaan Mahasiswa Baru
Ilham Pratama Putra • 18 September 2020 10:18
Jakarta: Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) atau ospek yang digelar daring nyatanya tak menghilangkan budaya perpeloncoan terhadap mahasiswa baru. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal menegur kampus-kampus yang ospeknya mengandung unsur kekerasan.
 
"Ada komunikasi dan memberi teguran lisan serta koordinasi untuk perbaikan berkelanjutan," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Paristiyanti Nurwardani kepada Medcom.id, Jumat, 18 September 2020.
 
Paris menyebut Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud tidak mau buru-buru menerapkan sanksi terkait dugaan perpeloncoan dalam ospek. Teguran dan sosialisasi dijadikan alat untuk mengontrol ospek di kampus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dikti akan komunikasi intensif agar ada perbaikan dan koordinasi ke perguruan tinggi negeri maupun swasta agar PKKMB dilakukan secara elegan, santun dan sesuai budaya Indonesia," sambung dia.
 
Baca:Pengamat: Budaya Ospek Harus Diubah
 
Kemendikbud juga bakal mengeluarkan panduan PKKMB, khususnya dengan metode daring. Hal ini guna menekan tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan kampus saat ospek.
 
"Program Tindak Lanjut Dikti, insyaallah akan disiapkan surah imbuauan agar PKKMB online mengikuti panduan," ujarnya.
 
Dia tidak ingin aksi bentak-bentak dari mahasiswa senior ke mahasiswa baru saat ospek daring kembali terjadi. Seperti yang terjadi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Bengkulu (Unib), beberapa waktu yang lalu.
 
Menurutnya, ospek harus berisikan materi pengenalan kehidupan kampus yang berlandaskan Tridharma Perguruan Tinggi, serta Kampus Merdeka. Dia berharap seluruh mahasiswa bisa adaptif dan fleksibel dengan budaya perguruan tinggi.
 
"Dan selalau menjadi mahasiswa berkarakter Pancasila dan mahasiswa kompetitif, adaptif, fleksibel, kritis menjadi pemimpin masa depan," ungkapnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif