Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pemerintah Diminta Memberikan Subsidi Kuota Internet ke Pelajar

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Medcom • 29 Juni 2020 22:48
Jakarta: Pemerintah diminta memberikan subsidi kuota internet kepada para pelajar, mahasiswa, dan santri untuk mendukung proses belajar mengajar daring selama pandemi covid-19. Wakil Ketua MPR, Ahmad Muzani mengatakan hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19, seluruh siswa harus belajar di rumah hingga awal 2021 mendatang.
 
“Kami akan memperjuangkan subsidi kuota bagi pelajar, mahasiswa, dan santri,” kata Muzani saat dikonfirmasi, Senin, 29 Juni 2020.
 
Ketua Fraksi Gerindra DPR RI itu menjelaskan mutu pendidikan di Indonesia berada dalam ancaman lantaran proses belajar mengajar dari jarak jauh melalui internet mengalami banyak hambatan. Hambatan tersebut mulai dari ketersediaan alat hingga akses jaringan bagi siswa maupun guru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apakah mungkin pemerintah memberi subsidi untuk penggunaan kuota internet. Sebab (pendidikan) ini menjadi penting bagian dari pembangunan sumber daya manusia," jelas Muzani.
 
Baca:DKI Diminta Kurangi Kuota Siswa Luar Kota di Jalur Prestasi
 
Muzani juga mengusulkan adanya pengembangan ponsel nasional. Ponsel tersebut dinilai bisa menjadi solusi atas keterbatasan warga di pelosok nusantara untuk mengakses internet. Dia menyebut momentum seperti ini bisa menjadi pendorong riset untum mengembangkan ponsel buatan anak bangsa.
 
"Ini momentum gimana BUMN bergerak di bidang telekomunikasi untuk konvergensi HP buatan Indonesia," jelas Muzani.
 
Selain itu dia meminta pemerintah menyisihkan anggaran untuk menyediakan layanan rapid test bagi para santri di pondok pesantren. Hal tersebut merujuk pola pembelajaran di pondok pesantren yang memiliki kekhususan, karena santri diwajibkan untuk tinggal di tempat tersebut.
 
"Dipikirkan bagaimana rapid tes kesehatan para santri disubsidi pemerintah. Rapid tes gratis. Apalagi pemerintah mempunyai kepentingan tes secara acak dan biaya itu dikeluarkan pemerintah," ujar Muzani.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif