Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

IGI: Gratifikasi THR UNJ Pelecehan Nilai Pendidikan

Pendidikan OTT KPK THR UNJ
Muhammad Syahrul Ramadhan • 23 Mei 2020 14:32
Jakarta: Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim menyoroti dugaan gratifikasi Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Komarudin kepada sejumlah pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). IGI menilai praktik ini melecehkan nilai-nilai pendidikan.
 
"Ini sebuah pelecehan nilai-nilai pendidikan dan terutama karakter, jadi selama ini gagal dong program pendidikan karakter Kemendikbud terutama di LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan)," kata Ramli kepada Medcom.id, Sabtu, 23 Mei 2020.
 
Ramli menyesalkan peristiwa ini. Terlebih, kasus dugaan gratifikasi dilakukan pimpinan institusi pencetak tenaga pengajar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ramli menambahkan, IGI baru saja mengeluarkan hasil evaluasi kinerja Kemendikbud dalam semester pertama pada 20 Mei 2020. IGI memberikan nilai C minus untuk Kemendikbud.
 
"Jika kasus ini terungkap kemarin (saat evaluasi), maka nilainya bisa B+ karena Irjen (Inspektorat Jenderal) Kemendikbud dan KPK menangkap orangnya sendiri. Atau justru merosot ke E+ karena tak becus mengelola anak buahnya ," tegasnya.
 
Baca:Kemendikbud Keluarkan Surat Edaran Larangan Menerima Gratifikasi
 
Ia pun berharap agar pihak-pihak terlibat mendapatkan sanski yang berat. Terlebih, perbuatan tersebut dilakukan di tengah masa darurat pandemi virus korona (covid-19).
 
"Saat ini semua manusia Indonesia sedang prihatin di masa wabah dan dalam kondisi 'perang'. Maka dengan kelakuan seperti itu, berapa pun jumlahnya, jika terbukti, dipakai saja hukum perang, dilenyapkan," ungkap Ramli.
 
Rektor UNJ Komarudin dan beberapa pejabat Kemendikbud terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komarudin diduga melakukan tindakan gratifikasi berkedok Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Kemendikbud.
 
Barang bukti yang disita berupa uang sebesar US$1.200 dan Rp27,5 juta. Namun, KPK telah melimpahkan kasus ini kepada kepolisian.
 
Mendikbud Nadiem Makarim menegaskan tak ada toleransi untuk tindakan gratifikasi. Ia memastikan bakal memberi sanksi terhadap pejabat Kemendikbud yang terlibat.
 
"Kami akan terapkan sanksi terhadap pihak-pihak di bawah kementerian yang terbukti terlibat dan melakukan pelanggaran terhadap peraturan dan integritas sesuai ketentuan yang berlaku," kata Nadiem.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif