Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pimpinan TNI AD Harus Selidiki Embrio Penularan Korona di Secapa Bandung

Pendidikan Virus Korona Pembelajaran Daring
Arga sumantri • 11 Juli 2020 21:39
Jakarta: Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas NH Kertopati menyarankan pusat pendidikan TNI-Polri menerapkan kuliah daring. Metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) dinilai menjadi alternatif model pendidikan di masa pandemi virus korona (covid-19).
 
"Memang kuliah video conference, saat ini menjadi jalan keluar. Tetapi dalam pendidikan TNI Polri ada mata pelajaran atau perkuliahan yang menuntut tatap muka," kata Susaningtyas dalam keterangan tertulis, Sabtu, 11 Juli 2020.
 
Kasus penyebaran covid-19 di Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI Angkatan Darat (AD) harus menjadi perhatian. Meskipun, kata dia, sebenarnya TNI sudah memiliki aturan resmi menyikapi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi menurut saya pihak pimpinan TNI AD harus menyelidiki embrio, sehingga bisa didapati ribuan siswa prajurit terkena korona di Secapa," ujarnya.
 
Menurut dia, kedisiplinan dan kepatuhan pimpinan dan siswa Secapa dalam melaksanakan protokol kesehatan harus pula diselisik, sudah benar atau belum. Sejak covid-19 mulai mewabah, lanjutnya, pemerintah telah memberikan instruksi agar setiap lembaga negara dan instansi pemerintah menyiapkan langkah antisipasi.
 
"Termasuk kepada TNI dan jajarannya," kata Nuning, sapaanya.
 
Ia menjelaskan, satuan-satuan TNI telah disiagakan untuk prosedur pencegahan penularan kepada prajurit TNI dan pegawai negeri sipil (PNS), beserta keluarga. Upaya reguler selama ini adalah pemeriksaan kesehatan berkala untuk perwira dan PNS sederajat.
 
"Sebanyak dua kali per tahun. Dan Bintara, Tamtama, serta PNS sederajat satu kali per tahun," jelasnya.
 
Baca:Aktivitas di Secapa AD Tetap Berjalan
 
Menurutnya, ketika covid-19 mulai mewabah, maka seluruh Dinas Kesehatan TNI memeriksa file kesehatan seluruh personel. Hasil pemeriksaan membagi tingkat kesehatan mulai dari kondisi status kesehatan (Stakes) 1, kondisi Stakes 2, Stakes 2P dan Stakes 3.
 
Seluruh personel dengan kondisi Stakes 3 sudah mendapat tambahan obat dan suplemen, sekaligus mencegah kontak langsung dengan masyarakat luas. Kondisi Stakes 2P ke atas, meningkatkan stamina olahraga dan tindakan pencegahan sebagaimana standar Kementerian Kesehatan dari organisasi kesehatan dunia (WHO).
 
Satuan TNI di sekitar wilayah yang banyak interaksi dengan masyarakat luas juga melakukan pemeriksaan kesehatan tambahan setiap dua pekan. Prosedur menerima kunjungan dari delegasi militer negara lain dilakukan dengan pengukuran suhu dan larangan kontak fisik langsung.
 
"Prajurit TNI yang terlibat dalam Komando Tugas Gabungan yang bertugas di Pulau Natuna dan Pulau Sebaru adalah prajurit TNI pilihan dengan kondisi Stakes 1 semuanya. Hingga kini setelah bertugas di Pulau Natuna seluruh prajurit TNI dalam kondisi Stakes 1 semua. Demikian pula yang kini masih bertugas di Pulau Sebaru," ungkapnya.
 

(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif