Ilustrasi SMK. ANT/Aji Styawan.
Ilustrasi SMK. ANT/Aji Styawan.

Kemendikbud Serahkan Evaluasi SMK ke Provinsi

Pendidikan Pendidikan Vokasi
Syarief Oebaidillah • 19 Juli 2019 14:09
Jakarta: Wacana evaluasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Barat yang dilontarkan Gubernur Ridwan Kamil dengan alasan SMK banyak mencetak pengangguran merupakan hak dan wewenang pemerintahan provinsi (pemprov). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada Pemprov Jawa Barat.
 
"Kewenangan pengelolaan pendidikan menengah (SMA dan SMK) menjadi tanggung jawab dinas pendidikan provinsi sehingga rencana Gubernur Jabar membubarkan beberapa SMK sangat mungkin," kata Sekretaris Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud, Sutanto, di Jakarta Jumat, 19 Juli 2019.
 
Sutanto menduga wacana itu muncul karena banyak SMK yang tidak berkualitas di Jawa Barat. Saat ditanya tentang langkah Kemendikbud mendukung pendidikan vokasi tersebut, Sutanto mengutarakan, sesuai arahan Presiden, jenjang SMK akan direvitalisasi secara bertahap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan demikian, lulusannya berkompeten sesuai dengan kebutuhan kalangan dunia usaha dan industri. Direktur Pembinaan SMK Dikdasmen Kemendikbud, M Bakrun, menegaskan penutupan SMK dimungkinkan di Jawa Barat karena tidak lagi diminati.
 
Baca:Ridwan Kamil Akan Rombak Keberadaan SMK
 
Namun, tak menutup kemungkinan ada SMK karena membuka jurusan kekinian yang banyak diminati masyarakat. Sepinya minat belajar ke SMK salah satunya terjadi di SMK Bhakti Nusantara Nasional Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
 
Dua tahun lalu sekolah itu hanya diikuti tujuh siswa. Bahkan, untuk tahun ini, satu-satunya siswa baru yang mendaftar sudah tidak masuk sekolah. "Sejak berdiri sembilan tahun lalu siswa kami terus berkurang setiap tahun ajaran baru," kata Wakil Yayasan Bakti Nusantara Nasional, Sutasah, kemarin.
 
Saat ini, jumlah siswa tersisa 11 orang, dari kelas XI dan XII. Agar kegiatan pembelajaran tetap berjalan, siswa di kelas XI dan XII digabung dalam satu ruang kelas. Akibatnya, banyak ruangan kelas di sekolah tiga lantai itu tak terpakai.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif