Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta menerima kunjungan University of Marburg Jerman. Foto/Dok.UKDW.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta menerima kunjungan University of Marburg Jerman. Foto/Dok.UKDW.

UKDW Terima Kunjungan Marburg University Jerman

Pendidikan beasiswa osc Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 08 Agustus 2019 18:21
Jakarta: Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta menerima kunjungan University of Marburg Jerman, Senin 5 Agustus 2019. Pertemuan kedua universitas ini untuk berdiskusi dan melakukan studi bersama seputar isu lingkungan kota.
 
Rektor UKDW, Henry Feriadi menyambut baik kedatangan rombongan Marburg University tersebut. Dalam sambutannya Henry menjelaskan, bahwa UKDW Yogyakarta merupakan salah satu universitas Kristen yang mengedepankan kualitas pendidikan.
 
“Sehingga melalui program ini kita dapat berbagi wawasan, menambah pengetahuan, dan mempererat hubungan antarnegara,” kata Henry dalam siaran pers yang diterima Medcom.id, Kamis 8 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perwakilan dari University of Marburg Jerman, Markus Hassleer menyampaikan, tujuan kedatangan mereka ke Indonesia untuk berbagi pengalaman belajar kepada para mahasiswanya, mengenai pembangunan dan kehidupan di permukiman Kota Yogyakarta. “Selain itu kami juga tertarik untuk mempelajari kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah setempat dan isu-isu yang sedang berkembang di Indonesia,” ujar Markus.
 
Baca: UKDW Kolaborasi dengan Dua Universitas di Rusia
 
Ketua Prodi Arsitektur UKDW, Sita Yuliastuti Amijaya mengungkapkan, prodi arsitektur UKDW memiliki keunggulan dalam tektonika arsitektur, memahami kehidupan kampung kota, peduli pada lingkungan dan berjiwa entrepreneur.
 
“Kami akan segera membuka Program Profesi Arsitek yang mengedepankan ecodesign dan technopreneurship. Sehingga mahasiswa kami dapat memahami aspek sosial budaya, nilai-nilai kearifan lokal, dan teknologi yang ada untuk dimanfaatkan secara kreatif dalam proses perancangan lingkungan buatan yang mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan,” papar Sita.
 
Sementara itu,Koordinator Laboratorium Lingkungan Kota dan Permukiman, Paulus Bawole memaparkan materi tentang ‘Rural and Urban Development in Yogyakarta’. Menurutnya, pembangunan pemukiman di Yogyakarta mulai mengintensifkan kolaborasi pemerintah setempat dengan masyarakat sekitar.
 
“Sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk membuat lingkungan sekitar pemukiman kampung kaum marginal menjadi lebih baik,” pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif