Pelepasan Mahasiswa Program Magang NIAPP, di Gedung D, Kemenristekdikti.  Medcom.id/Intan Yunelia.
Pelepasan Mahasiswa Program Magang NIAPP, di Gedung D, Kemenristekdikti. Medcom.id/Intan Yunelia.

Indonesia Kirim Mahasiswa Belajar Peternakan Modern di Australia

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 16 Agustus 2019 14:34
Jakarta:Sebanyak 20 mahasiswa Indonesia akan diberangkatkan ke Australia untuk belajar mengenai pengelolaan peternakan sapi modern. Mereka mengikuti program NTCA Indonesia Australia Pastoral Program (NIAPP) yang sudah terselenggara sejak 2012 lalu.
 
Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Ismunandar mengatakan, para mahasiswa ini akan diberikan pengetahuan dan pengalaman baru di bidang peternakan sapi. Mereka juga akan diajarkan secara intensif pelatihan penggembalaan yang meliputi aspek kesejahteraan dan penanganan hewan ternak.
 
Mereka akan belajar langsung di industri peternakan yang telah dijalankan secara modern. “Program ini baik, karena dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia bekerja sama dengan industri Australia. Esensinya sekarang kita mendorong keterkaitan yang lebih erat antara dunia pendidikan dan dunia kerja,” kata Ismunandar saat Pelepasan Mahasiswa Program Magang NIAPP, di Gedung D, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat 16 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Program magang yang akan dilaksanakan selama 10 minggu ini diharapkan berguna untuk meningkatkan profesionalitas mahasiswa dalam pengelolaan peternakan sapi modern. Hal ini sesuai dengan prinsip penta-helix. Khususnya kerja sama perguruan tinggi dengan berbagai sektor untuk melakukan perubahan sosial yang signifikan.
 
“Jadi diharapkan banyak yang bisa dipelajari mahasiswa kita, terutama profesionalisme peternakan sendiri. Mereka juga belajar karena peternakan harus berskala industri harus seperti itu,” ujar Ismunadar.
 
Baca:Kesenjangan Penelitian dan Komersialisasi Hambat Perkembangan Riset
 
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), Didiek Puwanto mengharapkan, program ini bisa memberikan pembelajaran praktis dan berdampak pada industri peternakan di Tanah Air. Terlebih minat generasi muda di sektor peternakan saat ini masih tergolong rendah.
 
Menurutnya, lulusan sarjana peternakan sangat sedikit yang menjadikan beternak sebagai pekerjaan. Banyak mahasiswa peternakan yang lulus kuliah justru meniti karir di luar sektor peternakan.
 
“Kami juga mengharapkan, di masa mendatang akan memberikan dampak baik bagi industri peternakan di Indonesia. Kami sangat senang, 60 persen lulusan program ini telah bekerja di industri peternakan, 25 persen masih kuliah, 5 persen bekerja di luar industri peternakan, dan 10 persen bekerja dan melanjutkan pendidikan di luar negeri,” tuturnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif