Pembantu Direktur I Polinema Supriatna Adi Suwignjo, Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq.
Pembantu Direktur I Polinema Supriatna Adi Suwignjo, Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq.

Pendaftar Jalur PMDK Polinema Tertinggi se-Indonesia

Pendidikan Pendidikan Tinggi Pendidikan Vokasi
Daviq Umar Al Faruq • 30 Mei 2019 16:32
Malang: Calon mahasiswa baru dari jalur PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan) yang telah diterima (daftar ulang) di Politeknik Negeri Malang (Polinema) berjumlah 1.112 orang dari total pendaftar sejumlah 28.435 orang. Jumlah itu merupakan jumlah terbanyak dari seluruh Politeknik Negeri se-Indonesia.
 
Pembantu Direktur I Polinema Supriatna Adi Suwignjo menyebutkan, ada tiga hal yang menjadi alasan tingginya peminat mendaftar di kampusnya. Pertama, letak geografis Kota Malang yang tak besar tapi relatif nyaman untuk ditinggali, baik dari sisi lingkungan maupun udara.
 
Kedua, dari sisi yang menguntungkan biaya hidup lebih murah. Ketiga, perkembangan kota yang cukup pesat juga menjadi daya tarik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dari sisi internal kampus, lokasi Polinema juga menjadi daya tarik kemudahan. Lain-lainnya adalah variasi prodi (program studi). Padahal prodi kita tidak sebanyak poltek (politeknik) Jakarta dan Bandung. Tapi kita ada punya banyak variasi prodi, tak banyak tapi cukup lengkap,” sebutnya.
 
Selain itu, Polinema juga menargetkan persebaran mahasiswa yang lebih luas. Dari data mahasiswa, ada sekitar 29 provinsi yang menyumbang mahasiswa di Polinema.
 
"Sekarang meningkat hampir menyeluruh dari 33 provinsi," beber Supriatna.
 
Sementara untuk program pendaftaran beasiswa Bidikmisi, Polinema masih memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa baru (maba). Terutama bagi calon mahasiswa yang memiliki nilai akademik bagus namun secara ekonomi kekurangan. Karena kuota Bidikmisi tahun ini bertambah dua kali lipat lebih atau sekitar 650 mahasiswa.
 
“Saat ini yang sudah diterima 320 mahasiswa. Sisanya calon maba bisa pilih Bidikmisi di jalur UMPN (Ujian Masuk Politeknik Negeri) dan Mandiri. Namun teknis Bidikmisi lebih berbeda. Karena masih harus membeli formulir seperti reguler, kemudian memilih program Bidikmisi,” pungkasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif