Workshop kopi daring yang digelar Perpusnas. Foto: Dok. Perpusnas
Workshop kopi daring yang digelar Perpusnas. Foto: Dok. Perpusnas

Perpusnas Gelar Workshop untuk Tingkatkan Literasi Kopi

Pendidikan Wirausaha Literasi
Citra Larasati • 17 Oktober 2020 16:58
Bekasi: Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menyelenggarakan Workshop Kopi yang diperuntukkan bagi semua kalangan, mulai para penikmat hingga pelaku industri kopi. Kegiatan ini dibagi ke dalam dua sesi yang digelar secara daring selama empat hari, mulai 17-21 Oktober 2020.
 
Workshop Kopi ini bekerja sama dengan Kedai Tetirah, Pasar Sinpasa, Sumarecon Bekasi dan digelar secara daring. Ketua Panitia, Yeri Nurita menyampaikan, penyelenggaraan kegiatan tersebut bertujuan memberikan keterampilan bagi siapa pun yang berminat membuka usaha kedai kopi.
 
“Kegiatan Literasi kopi bagi para penggemar dan wirausahawan pernah diselenggarakan pada tahun 2019 dan mendapatkan perhatian yang baik," kata Yeri, dalam keterangannya, Sabtu, 17 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melihat antusiasme peserta cukup tinggi, maka tahun ini workshop literasi kopi itu pun kembali digelar. "Workshop literasi kopi dikemas bagi level pemula untuk memulai usaha di bidang kedai kopi,” kata Yeri.
 
Selain itu, Yeri menambahkan, kopi di Indonesia memiliki sejarah yang panjang. Masyarakat Indonesia sendiri sudah mengenal kopi sejak 1696, ketika orang Belanda datang ke Tanah Air dan mulai menanam kopi asal Malabar, India.
 
Hingga kini, kopi tak lagi sebagai minuman buat orang Indonesia, namun seiring pertumbuhannya muncul budaya minum kopi yang terus berkembang dan melanda anak-anak muda. ”Sekarang bukan cuma orang tua saja yang minum kopi, tapi anak-anak muda juga senang minum kopi dan hang out di kedai-kedai kopi yang terus tumbuh,” kata Yeri.
 
Peserta Webinar Workshop Kopi ini, menurut Yeri, berasal dari berbagai kalangan. Namun, untuk efektivitas kegiatan, maka peserta hanya dibatasi untuk 30 orang yang telah melewati hasil seleksi yang cukup ketat.
 
“Untuk para peserta yang telah terpilih diwajibkan mengikuti semua sesi dan diharapkan berkomitmen dan berpartisipasi aktif. Gali ilmu, wawasan dan pengetahuan dari para pakar dan mentor sehingga setelah kelas ini dapat diaplikasikan secara maksimal,” ungkapnya.
 
Baca juga:30 Medali Diperebutkan dalam Kompetisi Sains Nasional 2020
 
Sebagai pembicara utama, Jonathan Yustisio, barista kedai kopi D’Mari yang juga pemilik rumah sangrai GIBS Coffee Roaster membagi pengetahuan dan pengalamannya selama menggeluti dunia kopi. Menurut Jonathan, siapa pun memiliki peluang jika berencana membuka usaha kedai kopi.
 
“Karena kopi sudah menjadi gaya hidup. Maka peluang bisnis pasti terbuka lebar. Tinggal bagaimana ketekunan dan tentunya perlu sentuhan lain biar usaha kopi kita bangun bisa berkembang dan bertahan,” papar pria yang kerap mengisi acara-acara diskusi kopi hingga penjurian lomba penyeduhan kopi ini.
 
Tak hanya Jonathan, dalam workshop ini, pengusaha kedai kopi Tetirah, David Nugroho, yang juga sekaligus penyuplai kopi lewat Tetirahsupplies.co ikut berbagi pengetahuannya tentang liku-liku berbisinis di dunia kopi. Selain itu juga diajarkan bagaimana bertahan di masa pandemi covid-19.
 
Pengalaman David digenapi dengan tampilnya barista Kedai Tetirah, Achmad Galvan Juliarto.
Kegiatan ini akan berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama, yaitu teori, diselenggarakan pada 17-18 Oktober melalui Daring. Sementara sesi kedua, peserta akan dilibatkan dalam praktik pada tanggal 24-25 Oktober, di Kedai Tetirah, Pasar Sinpasa, Sumarecon Bekasi.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif