Mendikbud Nadiem merespons soal Kamus Sejarah Republik Indonesia (Foto: Instagram @nadiemmakarim)
Mendikbud Nadiem merespons soal Kamus Sejarah Republik Indonesia (Foto: Instagram @nadiemmakarim)

Heboh Soal Kamus Sejarah RI, Nadiem Akhirnya Angkat Bicara

Pendidikan Sekolah sejarah Kurikulum Pendidikan Nadiem Makarim
Muhammad Syahrul Ramadhan • 21 April 2021 15:54
Jakarta: Beberapa hari terakhir Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diberondong pertanyaan soal Kamus Sejarah Republik Indonesia. Kamus tersebut diributkan karena dalam kamus tersebut tidak memuat catatan sejarah perjuangan pendiri NU KH Hasyim Asy’ari.
 
Merespons hal tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, sudah menugaskan Dirjen Kebudayaan untuk menyempurnakan kamus yang penyusunannya sempat terhenti tersebut.
 
“Begitu mendengar isu Kamus Sejarah yang disusun tahun 2017 sebelum saya menjabat, saya langsung menugaskan Dirjen Kebudayaan untuk menyempurnakan kamus yang sempat terhenti,” ucap Nadiem dalam video yang diunggah di akun Instagram resminya @nadiemmakarim, Rabu, 21 April 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam caption video tersebut, Nadiem juga menjelaskan bahwa Kemendikbud tidak pernah menerbitkan Kamus Sejarah ini secara resmi. Apalagi menggunakannya sebagai rujukan pembelajaran di sekolah.
 
Nadiem pun berharap kepada seluruh pihak agar merespons ini dengan kepala dingin dan menghasilkan solusi. “Karenanya di bulan yang suci ini alangkah baiknya kita menyikapi permasalahan dengan akal sehat, kepala dingin dengan solusi,” kata Nadiem.
 
Baca juga:  Cucu Hasyim Asyari Bakal Layangkan Surat ke Kemendikbud
 
Sebelumnya, Kamus Sejarah Republik Indonesia ini menuai polemik karena tidak memuat tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Hasyim Asy'ari. Hingga akhirnya pihaknya harus menarik kamus tersebut.
 
Penarikan pun sudah dilakukan oleh Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid. Baik versi cetaknya maupun digital yang sudah sempat diunggah di laman Kemendikbud.
 
"Saya sampaikan bukunya sudah ditarik, dan yang di website sudah diturunkan," kata Hilmar dalam Bincang Pendidikan Kemendikbud, Selasa, 20 April 2021.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif