Dirjen Kebudayaaan, Kemendikbud, Hilmar Farid.  Foto: Kemendikbud/Humas
Dirjen Kebudayaaan, Kemendikbud, Hilmar Farid. Foto: Kemendikbud/Humas

Pekan Kebudayaan Nasional 2020

4.790 Seniman Bakal Unjuk Gigi di PKN 2020

Pendidikan kebudayaan Pekan Kebudayaan Nasional
Ilham Pratama Putra • 23 Oktober 2020 20:51
Jakarta: Direktorat Jendral Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2020 tetap akan digelar meski masih dalam kondisi pandemi covid-19. Agenda akbar kebudayaan tersebut dijadwalkan bakal berlansung pada 31 Oktober hingga 30 November 2020.
 
Dalam gelaran ini setidaknya terdapat 4.790 seniman dan budayawan yang bakal unjuk gigi dalam berbagai bentuk kegiatan seni dan kebudayaan yang telah dirancang oleh Kemendikbud.
 
"Ada 27 tema konferensinya dan 93 pagelaran yang sekarang sudah disiapkan, dan ada 1.000 lukisan dipamerkan," ungkap Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid dalam konferensi virtual, Jumat 23 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seluruh kegiatan PKN 2020 akan berjalan daring atau online. Tahun ini Kemendikbud mengusung tema 'Ruang Bersama untuk Indonesia Bahagia'.
 
Baca juga:Sandiaga Uno Mengaku Sempat 'Culture Shock' Saat Kuliah di Amerika
 
Dalam PKN tahun ini, setidaknya akan ada empat program dasar. Salah satunya kompetisi dan perlombaan karya seni.
 
"Kompetisi ini perlombaan, pertandingan berbasis permainan lokal yang selama ini banyak sekali jumlahnya," sambung Hilmar.
 
Program PKN selanjutnya ada konferensi dalam berbagai bentuk. Mulai dari seminar, kuliah umum hingga workshop secara daring mengenai seni dan kebudayaan.
 
"Itu bisa disaksikan di website dan televisi," sebutnya.
 
Sedangkan pameran dilakukan secara blended. Karya akan dipamerkan langsung dan disiarkan secara daring.
 
"Pameran secara fisik ada di Museum Nasional, tentu dengan protokol kesehatan yang sangat ketat," kata Hilmar.
 
Dia menyebut pandemi covid-19 bukan berarti harus menutup penyelenggaraan kebudayaan. Justru kebudayaan harus hidup dan terus hadir di masyarakat.
 
"Bendera kebudayaan harus terus berkibar dan ini wujud komplit kita tidak menyerah dan tidak tunduk dan memperjuangkan eksistensi apa yang mampu disumbangkan kebudayaan di masa sulit ini," pungkasnya.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif