Iksan, anak tunarungu, berkreasi menggunakan motif batik dan mengaplikasikannya dengan rapi di bolu gulung (Foto:Dok.MetroTV)
Iksan, anak tunarungu, berkreasi menggunakan motif batik dan mengaplikasikannya dengan rapi di bolu gulung (Foto:Dok.MetroTV)

Anak Tunarungu Jago Bikin Bolu Gulung Motif Batik

Pendidikan pendidikan anak Pendidikan Karakter Penguatan Pendidikan Karakter Berita Kemendikbud
Gervin Nathaniel Purba • 02 Desember 2020 14:27
Jakarta: Anak berkebutuhan khusus mampu mencetak prestasi yang tak kalah dibandingkan anak normal lainnya. Misalnya, Iksan. Anak tunarungu ini piawai mengolah bolu gulung dengan motif batik.
 
Bolu gulung buatan Ikan bukan bolu gulung biasa. Iksan menggunakan motif batik dan mengaplikasikannya dengan rapi pada bolu gulung tersebut.
 
Kepiawaian siswa kelas 8 SMP Sekolah SLB Aisyiyah Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat, itu membuatnya berhasil memenangkan lomba keterampilan siswa nasional anak berkebutuhan khusus LKSNABK 2020 tingkat Kabupaten Tasikmalaya. Iksan sudah memenangkannya dua tahun berturut-turut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prestasi Iksan ini turut membanggakan kedua orang tuanya dan para guru. Ayah Iksan mengapresiasi peran guru dan pembimbing yang sudah banyak membantu Iksan.
 
Tak hanya piawai membuat bolu gulung, dalam bidang akademik pun Iksan termasuk siswa yang rajin.
 
Meskipun harus belajar dari rumah akibat pandemi covid-19, segala keterbatasan tidak menyurutkan Iksan untuk tekun belajar dengan berbekal modul dan video pembelajara. Dia kerap ditemani orang tua dan adiknya.
 
Jika ada pelajaran praktik, Iksan wajib melakukan proses belajar di sekolah. Protokol kesehatan ketat diterapkan untuk mencegah penyebaran virus covid-19.
 
Menurut Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikbud Hendarman, pada era kebiasaan baru (new normal), semua pihak termasuk orang tua mesti berperan dalam mempersiapkan pendidikan dan iklim belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. 
 
"Para orang tua diharapkan dapat membimbing anak-anak secara kreatif agar  mereka tidak merasa bosan belajar di rumah," kata Hendarman.
 
Kemendikbud melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) bertujuan menyiapkan generasi bangsa yang cakap dalam menghadapi tantangan perkembangan era globalisasi melalui restorasi pendidikan karakter di sekolah, di lingkungan keluarga, maupun masyarakat.
 
Penguatan karakter terkait nasionalisme dan daya juang yang pantang menyerah sangat penting. Sebab, saat ini masyarakat dihadapkan pada perubahan teknologi yang ditandai revolusi industri 4.0, berkembangnya masyarakat era 5.0, dan kemungkinan perubahan bidang pekerjaan yang mengarah kepada penggunaan informasi teknologi (IT).
 
Fokus tema kampanye Puspeka, yakni Nilai-nilai Pancasila, Kebijakan Merdeka Belajar, dan Program Unit terkait nilai karakter. Kampanye  tersebut bertujuan untuk perubahan paradigma dan perilaku/sikap para pelajar.
 
Sejak Mei 2020 lalu, ketika pandemi Covid-19 mulai mewabah di Indonesia, Puspeka telah mengadakan berbagai macam kegiatan yang dilaksanakan secara daring untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Kegiatan pertama Puspeka, yakni menyelenggarakan puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2020 yang dilaksanakan melalui TVRI sebagaimana program  Belajar Dari Rumah (BDR) telah dilaksanakan.
 
Anak Tunarungu Jago Bikin Bolu Gulung Motif Batik
 
(ROS)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif