Ilustrasi investasi. Medcom
Ilustrasi investasi. Medcom

Ingin Ikut Investasi? Pakar Hukum Unair Bagikan Tips Agar Tak Kena Tipu

Pendidikan investasi Investasi Bodong UNAIR
Renatha Swasty • 20 April 2022 10:25
Jakarta: Berita soal kasus penipuan berkedok investasi akhir-akhir ini kian marak. Dosen hukum perdata Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) Yuniarti mengingatkan masyarakat untuk menghindari investasi tidak berizin, tidak terdaftar, dan tidak diakui produknya di Indonesia.
 
Yuni menjelaskan investasi atau kegiatan penanaman modal diatur melalui Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007. Investasi terbagi menjadi investasi modal langsung dan investasi modal tidak langsung.
 
“Pada model investasi modal tidak langsung inilah yang sering ditumpangi dengan penipuan-penipuan,” kata Yuni dikutip dari laman unair.ac.id, Rabu, 20 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yuni menjelaskan pada investasi modal tidak langsung, risiko kerugian adalah tanggung jawab penuh dari pelaku. Investor mesti memahami hubungan hukum yang dibuat ketika bertransaksi.
 
Hal itu penting agar investor mengetahui kepada siapa dia memiliki hubungan hukum dan kepada siapa dia berhak untuk mengeklaim. Hal tersebut juga berarti investor mesti paham terhadap kontrak agar tidak terjerumus dalam penipuan berkedok investasi.
 
“Caranya yaitu dengan cermat mencari tahu tentang produk yang ditawarkan, melihat sistem yang diterapkan, melihat transaksi itu terdaftar di jenis pasar apa, dan lokasinya di mana,” jelas Yuni.
 
Yuni menuturkan ada beberapa investasi tidak terdaftar di Indonesia. Namun, merupakan produk kredibel di pasar luar negeri.
 
“Hal ini dikarenakan bahwa semakin besar risiko, maka semakin besar pula keuntungan yang mungkin didapat. Yang perlu diingat, karena sekarang sedang ramai hal ini, model perjudian online yang berkedok investasi online harus dihindari. Karena di hukum mana pun hal ini tidak dilindungi hukum,” tutur Yuni.
 
Yuni mengungkapkan ada dua macam perlindungan hukum yang diberikan pemerintah dalam investasi, yaitu preventif dan represif. Secara preventif, pemerintah melalui otoritas terkait mengeluarkan aturan perundang-undangan.
 
Kemudian, pemerintah melakukan pengawasan melalui mekanisme pemberian izin dan pengawasan pasar. Misalnya, apabila investor tidak yakin atau tidak setuju dengan klausul-klausul yang ada dalam kontrak maka harus dihindari.
 
Investor juga mendapatkan perlindungan melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999. Misalnya, apabila produk tersebut diiklankan namun informasi yang diberikan tidak benar, maka investor selaku konsumen dapat menggugat melalui peraturan perundang-undangan tersebut.
 
Sementara itu, represif, misalnya jika terjadi suatu sengketa maka dapat dilakukan upaya hukum di pengadilan melalui perdata atau pidana. Yuni menuturkan
OJK selaku pengawas jasa keuangan membentuk Satgas Investasi Bodong atau ilegal.
 
"Diharapkan dengan terbentuknya satgas ini, maka dapat dilakukan penumpasan penipuan berkedok investasi dan dapat melindungi masyarakat. OJK dan Bappebti juga secara aktif mengeluarkan daftar pelaku usaha jasa keuangan yang ilegal,” ucap Yuni.
 
Yuni menyebut masing-masing investasi memiliki tingkat risiko. “Untuk investasi modal tidak langsung, sepanjang masyarakat paham terkait prosesnya dan legalitasnya, maka akan aman untuk dilakukan,” kata Yuni.
 
Baca: Tips Mengecek Investasi Bodong dengan 2L, Begini Caranya!
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif