Fakultas Arsitektur dan Desain Universitas Kristen Duta Wacana (FAD UKDW) menyelenggarakan acara bertema “Bermain Bersama Taman Indria, Belajar Menjadi Arsitek Cilik” di Taman Indria Ibu Pawiyatan Taman Siswa, UKDW/Humas.
Fakultas Arsitektur dan Desain Universitas Kristen Duta Wacana (FAD UKDW) menyelenggarakan acara bertema “Bermain Bersama Taman Indria, Belajar Menjadi Arsitek Cilik” di Taman Indria Ibu Pawiyatan Taman Siswa, UKDW/Humas.

FAD UKDW Bermain Bersama 'Arsitek Cilik'

Pendidikan hardiknas beasiswa osc
Intan Yunelia • 03 Mei 2019 14:04
Jakarta: Fakultas Arsitektur dan Desain Universitas Kristen Duta Wacana (FAD UKDW)
menyelenggarakan acara bertema “Bermain Bersama Taman Indria, Belajar Menjadi Arsitek Cilik” di Taman Indria Ibu Pawiyatan Taman Siswa pada 1 Mei 2019 lalu. Agenda ini merupakan bentuk kemitraan antara FAD UKDW dengan Taman Indria Ibu Pawiyatan yang sudah dituangkan dalam Memorandum of Agreement (MoA) pada tahun 2018 lalu.
 
Winta Adhitia Guspara, Dosen Desain Produk FAD UKDW menuturkan, kegiatan ini merujuk pada ajaran Ki Hajar Dewantara, bahwa proses pendidikan adalah taman yang mengasyikkan, bukan menjadi momok, dan membuat orang yang terlibat di dalamnya tertekan.
 
“Kami berusaha menyelenggarakan kegiatan ini sesuai dengan filosofi ajaran Ki Hajar Dewantara,
yang tidak menyebut sekolah, tetapi taman. Karena pendidikan itu mengasyikkan dan tidak ada
tekanan,” tutur Winta Adhitia Guspara, Dosen Desain Produk FAD UKDW, dalam siaran pers di Jakarta, Jumat, 3 Mei 1983.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam acara ini, FAD UKDW mengembangkan mainan berupa desain puzzle bambu dan metode permainan arsitektur bagi anak usia dini (3-7 tahun) melalui popsicle stick. Jenis permainan
yang berbasis pada metode pengajaran care and dedication based on love tersebut mengajak anak usia dini untuk melakukan kegiatan merancang dan merangkai.
 
Baca:UKDW Selenggarakan 'Design Camp' dan 'Gelar Desain'
 
Pada permainan ini peran serta orangtua menjadi bekal utama dalam mengarahkan kreativitas anak dengan cara mengajukan pertanyaan. Diharapkan kegiatan kemitraan ini akan terus berlanjut sehingga dapat lebih berkontribusi untuk perkembangan pendidikan dan pengajaran anak usia dini di Yogyakarta.
 
Seperti diketahui, tanggal 2 Mei ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Keppres RI Nomor 316 Tahun 1959. Penetapan tersebut dilatarbelakangi oleh sosok yang berjasa dalam memperjuangkan pendidikan di Indonesia, Ki Hadjar Dewantara, yang lahir di tanggal tersebut.
 
Penganugerahan ini tidak semata-mata karena Ki Hajar Dewantara mendirikan sekolah nasional pertama di era penjajahan. Namun lebih jauh lagi, Ki Hadjar Dewantara telah meletakkan filosofi dari nilai perjuangannya dalam menegakkan pondasi pendidikan di Indonesia.
 
Cara berpikir konstruktif yaitu dengan mengalaminya secara pribadi, merupakan ciri dari
skema pedagogi yang ditawarkan oleh Ki Hadjar Dewantara. Dasar pendidikan dan pengajaran
tersebut selaras dengan konsep desain yang dimiliki oleh Fakultas Arsitektur dan Desain Universitas Kristen Duta Wacana (FAD UKDW).

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif