Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar (kanan) menyerahkan cindera mata kepada Menristekdikti Mohamad Nasir (Kiri). Medcom.id/Intan Yunelia.
Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar (kanan) menyerahkan cindera mata kepada Menristekdikti Mohamad Nasir (Kiri). Medcom.id/Intan Yunelia.

Pemerintah Genjot Pendidikan Vokasi di Daerah 3T

Pendidikan Pendidikan Vokasi
Intan Yunelia • 16 April 2019 13:04
Mataram: Fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) lima tahun ke depan yaitu penguatan sumber daya manusia (SDM). Salah satu aspek yang diperkuat di dalamnya adalah pemerataan jumlah perguruan tinggi di daerah 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal).
 
"Bapak Presiden Jokowi menekankan kepada pendidikan vokasi yaitu di dalamnya adalah masalah politeknik. Terutama pada daerah dan kabupaten yang berada di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) ini yang harus kita dorong," kata Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir saat menghadiri 'Seminar Nasional Pendidikan Vokasi KLU, di Kayangan, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin 15 April 2019.
 
Prioritas di wilayah 3T dilakukan demi pemerataan pendidikan, sebab jumlah politeknik negeri berkualitas saat ini masih terpusat di pulau Jawa. Ke depan kualitas SDM di daerah tak kalah dengan SDM yang ada di Jawa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya katakan di luar Jawa, saya 'enggak' mau di Jawa lagi, karena apa? supaya nanti pemerataan pendidikan ini menjadi terwujud di Indonesia, bukan jawa sentris, tapi bagaimana menjadi Indonesia sentris," ujar Nasir.
 
Penguatan SDM juga dilakukan sebagai bagian dari upaya menghadapi era revolusi industri 4.0 yang menuntut SDM ber-skill dan berkompeten. Kebutuhan itu dijawab dengan memperbanyak jumlah pendidikan vokasi.
 
Namun, politeknik juga yang menjadi tantangan, karena jumlah perguruan tinggi vokasi jumlahnya belum merata. Nasir menambahkan, Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menjadi salah satu sasarannya.
 
Dengan potensi SDA dan SDM yang ada, hingga kini NTB belum memiliki politeknik. Wilayah-wilayah seperti ini yang menjadi prioritas pendirian politeknik dalam upaya peningkatan SDM.
 
"Saya sangat perhatian khusus kepada Nusa Tenggara Barat untuk pengembangan sumber daya manusianya agar bisa ditampung untuk meningkatkan kualitasnya melalui pendidikan politeknik tersebut," jelas Nasir.
 
Nasir meminta Dirjen Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi segera mengurus persyaratan pendirian perguruan tinggi di NTB. Ini sepenuhnya akan didanai oleh pemerintah pusat.
 
"Kalau sudah nanti kita tinggal lapor ke Presiden, agar menjadi perguruan tinggi negeri yang bisa didanai oleh pemerintah dalam hal ini pemerintah pusat," jelas Nasir.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif