Soejoto Gondosurohardjo saat bersalaman dengan Rektor ITS, Mochamad Ashari M Eng pada wisuda ke-120 di Grha ITS. Foto: ITS/Dok. ITS
Soejoto Gondosurohardjo saat bersalaman dengan Rektor ITS, Mochamad Ashari M Eng pada wisuda ke-120 di Grha ITS. Foto: ITS/Dok. ITS

Wisudawan Tertua ITS Lulus dengan IPK Sangat Memuaskan

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 18 September 2019 08:08
Jakarta: Menuntut ilmu memang sejatinya tak mengenal usia. Hal itulah yang menjadi semangat dari Soejoto Gondosurohardjo yang telah berusia 71 tahun untuk menyelesaikan studi perkuliahannya di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
 
Ia sukses menuntaskan program magister (S-2) Teknik Kimia ITS dan secara resmi diwisuda, Minggu, 15 September 2019 lalu, di Graha Sepuluh Nopember ITS.
 
Pria yang akrab disapa Gondo itu mengaku ingin mengabdikan ilmu yang didapatkan selama menuntut ilmu di Teknik Kimia ITS pada dunia kerja. “Dulu pernah bekerja di Pertamina selama 27 tahun, dan dua tahun di Iran,” ungkapnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama bekerja, Gondo mengaku menemukan banyak masalah riil di pabrik, seperti pada proses reaksi katalitik, ekstraksi, adsorpsi dan lain sebagainya. Keinginannya untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan tersebut mendorongnya untuk menuntut ilmu lebih dalam di ITS.
 
Pria yang dinobatkan menjadi wisudawan tertua ITS pada Wisuda ke-120 tersebut, sukses membuahkan tesis modifikasi geometri tray pada kolom destilasi yang dapat meningkatkan kapasitas produksi suatu sistem destilasi dengan judul "Effect of Holed Circular Calming Strip in Sieve Tray Distillation Column Without Downcomer: Prediction of Performance Characteristics".
 
Gondo mengaku, selama masa studi memiliki kelemahan dalam menjalani berbagai program aplikasi komputer. Namun dengan dukungan dari mahasiswa lain serta bimbingan dosen pembimbing yang memadai, ia dapat menyelesaikan seminar dan ujian akhir perkuliahannya dengan baik.
 
Di usianya yang tergolong lanjut, Gondo tetap semangat menggeluti masa studinya yang memakan waktu selama lima semester. “Rasanya senang, dukanya tidak ada, karena memang tertarik mengembangkan di bidang tersebut dan berada di lingkungan yang baik,” tutur pria kelahiran 1948 itu. Alhasil, dengan berbekal doa dan semangat belajar yang tinggi, ia berhasil meraih IPK 3.75 dan lulus dengan predikat sangat memuaskan.
 
Keputusannya untuk melanjutkan perkuliahannya ini juga didukung oleh pihak keluarga dan diharapkan dapat menjadi inspirasi agar dapat menuntut ilmu tanpa memandang umur. “Keluarga saat wisuda ini datang semua,” ungkap pria asal Jombang ini.
 
Berkeinginan untuk menyebarkan ilmu yang telah ia dapatkan ke orang lain, Gondo sempat menjadi tenaga pengajar di berbagai sekolah menengah atas, dan saat ini tengah menjadi dosen pembantu di Teknik Kimia ITS.
 
Kepada mahasiswa ITS, ia berpesan agar mahasiswa dapat mengembangkan diri yang didukung oleh karakter dan kemauan kerja yang tinggi. “Karena saat kerja yang dilihat tidak hanya nilai, tapi job performances,” pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif